Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kiai Nasrudin, Kiai Asal Jepara Wafat Saat Lafalkan Alquran

Kiai Nasrudin wafat saat melantunkan ayat suci Alquran, dalam acara JQH di Masjid Al-Falah, Jung Biru, Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Jepara, pada Minggu (14/3/202). (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Kabar wafatnya Kiai Nasrudin, seorang kiai penghafal (Hafiz) Alquran, masih menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat Jepara. Tokoh Jam’iatul Qurra wal Huffadz (JQH), Mlonggo itu meninggal saat melantunkan ayat suci Alquran, dalam acara JQH di Masjid Al-Falah, Jung Biru, Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Jepara, pada Minggu (14/3/202) lalu.

Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Mlonggo, KH Sugiwanto mengatakan, saat meninggal dunia, Kiai Nasrudin tengah berada dalam acara JQH Mlonggo. Acara ini biasa dilaksanakan sebulan sekali tiap akhir bulan Qomariyah, berisi pelantunan ayat suci Alquran oleh Hafiz Alquran.

”Saat itu, almarhum hampir menyelesaikan bacaan Alquran pada juz delapan. Tiba-tiba, sekitar pukul 09.30 WIB almarhum terdiam dan meninggal dunia setelah membaca Alquran sejak pukul 06.00 WIB,” katanya.

Begitu mengetahui Kiai Nasrudin meninggal, jenazahnya segera diantar ke rumah duka. Sedangkan acara JQK yang biasanya selesai hingga sore hari dipercepat hanya sampai selepas Ashar, dan selanjutnya diteruskan dengan acara pemakaman.

“Selama ini, Kiai Nasrudin selalu menjadi pelatun Alquran karena beliau seorang Hafidz. Selama itu pula, beliau tidak bersedia menggunakan microphone dalam kegiatan JQH. Namun dalam dua bulan terakhir beliau tiba-tiba bersedia, sampai akhirnya meninggal saat melantunkan ayat suci Alquran. Kami yakin beliau ahli surga dan husnul khotimah,” ujar H. Sugiwanto, Selasa (16/3/2021).

Terpisah, KH Nurudin Amin, salah seorang tokoh kiai dari kalangan NU Jepara menyampaikan rasa kehilangan atas meninggalnya Kiai Nasrudin. Pihaknya mengenal ketokohan kiai asal Mlonggo, Jepara ini.

Meski hanya dikenal sebagai kiai kampung, Kiai Nasrudin merupakan salah satu tokoh luar biasa yang dimiliki NU Jepara.

Kiai yang akrab disapa Gus Nung itu meyakini, orang akan meninggal dunia sesuai dengan kebiasaannya pada waktu hidup. Orang yang biasa membaca Alquran akan meninggal dunia dalam kondisi membaca Alquran.

“Ahlul Quran (keluarga AL Quran) seperti Kiai Nasruddin itu, pasti meninggal dunia dalam kondisi husnul khotimah. Al-Qur’an akan menemaninya sepanjang beliau berada di alam kubur maupun alam akherat nanti,” ujarnya.

Dikatakannya, almarhum semasa hidupnya tidak hanya dikenal mahir membaca dan menghafal AlQuran. Namun beliau juga dikenal mampu mengamalkan kandungan isi Alquran dan bisa dikatakan menjalankan akhlaq yang diajarkan Alquran.

Gus Nung sendiri mengaku mengenal persis Kiai Nasrudin, karena putra-putra dan cucunya selama ini bersekolah di Ponpes KH Hasyim Ashari, Bangsri, yang dikelolanya.

“Kiai Nasruddin punya prinsip, ’jangan mewariskan harta saja kepada anak putu (cucu), tapi lebih penting mewariskan ilmu dan Alquran’. Luar biasa sekali. Saya ingat persis itu. Sugeng Tindak Pak Koai,” kenang Gus Nung.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...