Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Popda Jateng Virtual Hanya Tandingkan Nomor Seni Bela Diri, Kudus Tak Pasang Target

Atlet wushu berlatih di Kelenteng Hok Hien Bio Kudus beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah akan digelar secara virtual dan nonvirtual. Untuk virtual akan digelar pada 7-10 April 202, sedangkan Popda Jateng nonvirtual digelar September 2021 mendatang.

Mereka yang terjun di Popda Jateng ini hanya untuk SMA se-derajat. Keputusan Popda Jateng virtual dan nonvirtual ini tertuang dalam surat edaran dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Nomor 426/689 tanggal 8 Maret 2021.

Cabang olahraga (cabor) virtual yang dipertandingkan ada delapan. Meliputi cabang olahraga senam, taekwondo, pencak silat, judo, kempo, karate, tarung drajat, dan wushu.

Keseluruhan cabor bela diri tersebut yang dipertandingkan hanya nomor seni. Sedangkan nomor tanding tidak dimainkan. Hal ini lantaran masih pandemi Covid-19.

Menurut Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Olahraga (PPOR) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Widhoro Heriyanto, mekanismenya nanti atlet yang terjun di Popda Jateng virtual akan direkam dan dikirim ke Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah.

“Untuk yang virtual memang bela diri yang dipertandingkan hanya nomor seni supaya tidak ada body contact. Nanti direkam terus dikirim ke Disporapar Jateng,” katanya, Selasa (16/3/2021).

Sedangkan untuk cabang olahraga nonvirtual ada sepuluh cabor yang dipertandingkan. Pelaksanaannya di Semarang pada September 2021. Namun untuk waktu dan venue pelaksanaan belum ditentukan.

Baca: Ganjar Beri Lampu Hijau Popda Virtual, Jadi Pertama di Indonesia

Sebanyak sepuluh cabang itu terdiri dari atletik, tenis meja, tenis lapangan, bola voli indoor, voli pantai, sepatu roda, bulu tangkis, petanque, takraw, dan panahan.

Soal target, Widhoro tak mau membebani siswa. Sebab, mereka masih tergolong pelajar. Menurut dia yang terpenting adalah menampilkan kemampuan maksimal.

“Kami tidak mau membebani. Yang penting mereka bersungguh-sungguh. Selain itu dari provinsi kan ngasih edarannya mendadak. Surat dibuat tanggal delapan. Tanggal sembilan sampai di kami. Tanggal 14 sampai 20 kami harus serahkan data peserta yang ikut Popda Jateng,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...