Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banjir Jepara Sebabkan 900 Hektare Sawah Puso, Petani Merugi Hingga Ratusan Juta

Petani tengah memanen dini padi yang terendam banjir agar tak terlalu merugi. (MuriaNewsCom)

MURIANEWS, Jepara – Sebanyak 900-an hektare sawah yang tersebar diberbagai wilayah di Jepara dilaporkan puso dan tidak terselamatkan setelah tergenang air banjir di awal musim hujan 2021. Akibatnya, petani di Jepara merugi hingga ratusan juta rupiah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKKP) Jepara Diyar Susanto menyatakan, dari data yang ada, pihaknya mendapatkan angka 1.400 hektare sawah yang sempat mengalami genangan air banjir.

Lokasinya sebagian besar di wilayah Jepara bagian Selatan. Yakni di Kecamatan Mayong, Nalumsari, dan Welahan. Dari areal seluas 1.400 hektare tersebut, akhirnya ada 900-an hektare yang kemudian mengalami puso atau gagal panen.

Penyebab puso tersebut dikarenakan tanaman padi yang ada di wilayah yang tergenang, mengalami rendaman dalam waktu yang lama. Sehingga tanaman padi yang sudah tumbuh akhirnya mati. Sedangkan yang masih bisa diselamatkan, karena air banjir segera surut cakupannya mencapai kurang lebih 500-an hektare.

“Data ini kami dapatkan dari para petugas penyuluh pertanian yang kami kolaborasikan dengan data dari para petugas pengamat hama. Hasilnya sekitar 900-an hektare sawah mengalami puso atau gagal panen,” ujar Diyar Susanto, Selasa (16/3/2021).

Pemerintah Kabupaten Jepara dalam hal ini sudah melaporkan ke Pemprov Jawa Tengah, dan sudah menyampaikan beberapa permohonan bantuan untuk para petani. Diharapkan paling utama adalah bantuan benih padi yang diharapkan bisa membantu para petani yang mengalami kerugian.

Dengan begitu, para petani bisa kembali melakukan proses awal penanaman padi, yang saat ini mulai masuk pada MT (Musim Tanam) kedua tahun 2021.

Dampak dari pusonya areal sawah seluas kurang lebih 900 hektare ini, masih belum bisa dipastikan apakah akan mempengaruhi produksi padi di Kabupaten Jepara. Menurut Diyar Susanto, komulatif hasil produksi padi masih akan menunggu sampai akhir tahun nanti. Namun yang jelas kejadian banjir ini menimbulkan kerugian bagi para petani.

“Kalau soal mempengaruhi angka produksi padi di Jepara secara keseluruhan, kami masih belum bisa memastikan. Angka produksi padi secara komulatif masih harus menunggu hasil keseluruhan pada akhir tahun. Kami belum bisa memastikannya,” tambah Diyar Susanto.

 

Reporter: Budi Erje

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...