Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Permintaan Kedelai di Kudus Tetap Stabil Walau Harganya Naik Lagi

Seorang pekerja tengah mengayak sari kedelai bahan dasar tahu di pabrik tahu Desa Karangbener, Bae, Kudus .(MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus kembali mengalami kenaikan di pertengahan Maret 2021 ini. Harganya kini menembus Rp 9.850 per kilogram. Atau naik sebanyak Rp 50 dari harga sebelumnya Rp 9.800 per kilogram.

Walau demikian, Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma’ruf mengatakan, jika permintaan di pasar masih sangat stabil. Tidak ada lonjakan apalagi penurunan.

“Kalau untuk permintaan sama saja, sekitar 15 sampai 20 ton per hari,” katanya, Selasa (16/3/2021).

Sementara untuk permintaan komoditas tempe maupun tahu di pasaran, Amar juga mengatakan masih stabil. Walau memang sudah ada penyesuaian harga karena naiknya harga bahan baku.

“Konsumen bisa jadi sudah biasa dengan harga jual tahu tempe yang sekarang,” sambung dia.

Amar mengatakan, untuk  penyebab masih melambungnya harga kedelai sendiri, diduga karena masih tingginya indeks perdagangan. Sehingga memengaruhi harga kedelai impor.

Pihaknya pun mengakui jika kenaikan harga kedelai kali ini merupakan yang paling tinggi dibanding kenaikan di beberapa tahun terakhir.

Harga jual kedelai impor, lanjut dia, sebenarnya berkisar di Rp 6.500 per kilogram. Namun, semenjak ada pandemi corona, pendistribusian sedikit terganggu dan mengakibatkan harga jual kedelai melambung. “Ini yang paling tinggi karena mendekati angka Rp 10 ribu,” lanjutnya.

Sementara untuk stok kedelai saat ini, lanjut dia mencapai 30 ton lebih. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena stok di distributor besar masih tersedia dalam jumlah yang besar pula.

“Permintaan selama masa pandemi cenderung berubah-ubah, karena menyesuaikan permintaan pasar, tapi biasanya 10 sampai 15 ton per harinya,” jelasnya.

Untuk diketahui, jumlah perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai 300 lebih. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Mejobo, Kota, Jekulo, Kaliwungu, Dawe, Bae, Gebog, Undaan, dan Jati.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...