Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Penyegelan Kandang Ayam di Glagah Kulon Kudus Berujung Gugatan, Tuding Tanda Tangan Warga Dipalsukan

Satpol PP Kudus menyegel kandang ayam di Desa Glagah Kulon. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Penyegelan kandang ayam milik Imam Syafii di Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus yang dilakukan Satpol PP beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Pemilik kandang menempuh jalur hukum melapor ke Polda Jateng dan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Pasalnya, Satpol PP dianggap melewati batas kewenangan. Sementara laporan ke Polda Jateng lantaran ada dugaan pemalsuan tanda tangan warga.

Ahmad Triswandi, kuasa hukum pemilik kandang menyebut, peternakan ayam petelur itu telah mendapat persetujuan dari warga dan pemerintah desa pada 1 Oktober 2016 lalu. Namun, akhir 2019 muncul aduan warga mengenai bau menyengat dan lalat akibat aktivitas kandang ayam petelur.

Menurutnya surat aduan yang digunakan sebagai dasar penyegelan tersebut dinilai janggal dan ada dugaan tindak pidana. Yakni tidak terdapat tanggal surat, penanggung jawab, dan sejumlah tanda tangan warga yang diduga palsu.

“Tiga tanda tangan aduan itu kami duga dipalsukan oleh oknum. Atas hal itu kami sampaikan aduan tindak pidana ke Polda Jateng tertanggal 21 Januari 2021. Kami sudah menerima tanda terima dari Polda Jateng biar nanti polisi yang menyelidiki,” katanya, Senin (15/3/2021).

Ahmad Triswandi, kuasa hukum pemilik kandang ayam memperlihatkan tanda surat terima laporan dari Polda Jateng. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Sementara terkait izin, lanjut dia,  kandang ayam milik kliennya masuk kategori peternakan rakyat. Sehingga tidak perlu dilakukan perizinan keberadaanya, sebab jumlah populasi ternak masih berada di bawa ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2019 yakni sebanyak 12.100 ternak.

“Jumlahnya 3.800-an itu masih tergolong peternakan rakyat (UMKM). Bukan perusahaan,” ucapnya.

Kemudian surat peringatan dan penyegelan yang dilakukan Satpol PP Kudus dianggap tidak sesuai prosedur. Saat penyegelan, di berita acara pun menurutnya, jelas hanya tertera langkah-langkah penyegelan dan tidak ada kegiatan lain. Seperti perlakuan kepada ayam yang tepat, sehingga mengakibatkan ratusan ayam mati.

“Makhluk hidup harus ada perlakuan berbeda. Kala itu ayam dikeluarkan dengan cara dilempar dari ketinggian dua meter, sehingga membuat stres dan tidak mau makan. Sekarang mati sudah ratusan,” ungkapnya.

Matinya ayam-ayam petelur di dalam kandang yang tersegel juga menimbulkan permasalahan baru. Di mana bangkai ayam di dalam kendang yang tersegel menimbukan bau menyengat yang mencemari udara di lingkungan sekitar.

“Seharusnya hanya ada penyegelan, karena dalam berita acara tidak ada agenda lain seperti pengeluaran ayam.Sehingga tidak menimbulkan kerugian materiil dan masalah baru seperti ini,” ucapnya.

Baca: Bandel Masih Beroperasi, Satpol PP Kudus Segel Kandang Ayam Milik ASN di Glagah Kulon Kudus

Karenanya, pihaknya akan melakukan gugatan ke PTUN, terkait surat dari Satpol PP yang akan diujikan sah atau tidaknya. Kemudian pihaknya juga  akan melakukan gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Kudus.

“Sedikitnya kerugian materiil ada sekitar Rp 500 juta, imateriil nanti menunggu perkembangan. Kami akan juga laporkan ke Polda Jateng atas tindak melampaui batas ini, karena ada barang rusak, hingg kematian populasi,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...