Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pelatihan di BLK Kudus Bersumber DBHCHT Tahun Ini Hanya Sasar Buruh Pabrik Rokok

Pelatihan mengelas di BLK Kudus belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pelatihan yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus dengan pembiayaan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dipastikan digelar tahun 2021 ini. Namun, sasaranya hanya buruh pabrik rokok dan keluarga buruh pabrik rokok saja.

Sasaran pelatihan yang hanya diperuntukkan bagi tenaga buruh pabrik rokok dan keluarga pabrik rokok itu tertuang di perubahan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020. Yakni dana DBHCHT hanya diperuntukkan untuk pelatihan dengan sasaran buruh pabrik rokok.

“Tetap digelar tapi memang ada penyesuaian dari yang awalnya niatan kami menyasar ke masyarakat umum, tapi karena ada PMK Nomor 206 target pelatihan berubah hanya untuk buruh pabrik rokok saja,” kata Kepala BLK Kudus Anggun Nugroho, Senin (15/3/2021).

Menurut Anggun, adanya peraturan dari DBHCHT tersebut salah satunya untuk memfasilitasi buruh pabrik rokok di masa mendatang.

Hal ini sebagai bentuk berjaga-jaga ketika nantinya pabrik rokok bangkrut. Sehingga buruh pabrik rokok sudah memiliki keahlian guna mencari pekerjaan lain.

Anggun menambahkan, tidak ada batasan jumlah keluarga buruh rokok yang berhak mengikuti pelatihan. Asalkan masih dalam satu keluarga.

“Misalkan dalam satu KK mau ikut semua, asalkan mereka benar-benar dari keluarga buruh rokok ya boleh,” ujarnya.

Menurut Anggun rencananya ada 24 pelatihan yang digelar. Namun, waktu pelaksanaannya belum dipastikan, perkiraan bakal digelar paling cepat usai Lebaran.

Beberapa pelatihan itu di antaranya pelatihan tata boga, salon mobil, barista, tata rias pengantin muslim, video editing dan fotografi, dan menjahit pakaian. Lalu ada pelatihan otomotif mobil, otomotif motor, tata kecantikan kulit dan rambut, las SMAW (Shield Metal Arc Welding) dan pelatihan lainnya.

“Kami juga membutuhkan waktu untuk persiapan paling tidak sebulan sebelum menggelar pelatihan. Seperti mengunjungi perusahaan rokok atau memberitahu via surat untuk mengadakan pelatihan bagi keluarga buruh rokok,” ujar Anggun.

Perihal persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti pelatihan ini di antaranya ID card yang menyatakan benar pegawai buruh rokok, fotocopy Kartu Keluarga, surat keterangan dari desa yang menyatakan benar merupakan keluarga buruh rokok, dan fotocopy ID card orangtua yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok bagi anak yang hendak mengikuti pelatihan.

Anggun berharap pelatihan bagi buruh rokok dan keluarga buruh rokok ini bisa dimanfaatkan ketika nantinya tidak lagi bekerja di pabrik rokok. Termasuk bagi mereka yang hendak beralih profesi.

“Persaingan pabrik rokok kan semakin ketat ya. Harapan kami mengingat ini juga kebijakan dari pusat supaya masyarakat keluarga buruh pabrik dapat memanfaatkan pelatihan ini,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...