Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ini Syarat Sekolah di Kudus Boleh Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Siswa baru SMP 1 Mejobo Kudus saat mengikuti pembagian kelas dan penjelasan pembelajaran daring dari guru, Senin (13/7/2020). (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akhirnya memberi izin untuk menggelar pembelajaran secara tatap muka. Atau setidaknya melakukan simulasi terlebih dahulu.

Namun, sejumlah syarat harus terpenuhi apabila sekolah di masing-masing kecamatan di Kabupaten Kudus bisa menggelar sekolah tatap muka di sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, syarat utama sekolah di masing-masing kecamatan bisa menggelar simulasi tatap muka adalah zona di kecamatan tersebut haruslah berstatus zona hijau.

Dalam artian tidak ada satupun kasus aktif corona yang ada di kecamatan tersebut. “Harus benar-benar zero, nol kasus covid,” tegas Hartopo, Senin (15/3/2021).

Selain itu, para tenaga pengajar di sekolah tersebut setidaknya telah menjalani proses vaksinasi. Apabila status kecamatan sudah menjadi hijau namun tenaga pendidik belum melakukan vaksinasi, maka akan dievaluasi kembali. “Nanti kami evaluasi jika terjadi seperti ini,” ujarnya.

Walau demikian, Hartopo tetap akan menginstruksikan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus untuk memetakan terlebih dahulu tenaga pendidik di kecamatan mana yang akan mendapat vaksinasi lebih cepat.

Sementara untuk proses vaksinasi tenaga pendidik, akan dijadwalkan sesegera mungkin. Mengingat tenaga pendidik juga masuk dalam kategori petugas pelayanan publik.

“Dipastikan dulu daerah mana yang akan dilakukan tatap muka terlebih dahulu nanti, baik PAUD, TK, SD, dan SMP,” jelas Hartopo.

Sementara berdasar data yang dimiliki Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus, hingga Senin awal pekan ini, belum ada kecamatan di Kabupaten Kudus yang berada di zona hijau. Semua kecamatan, masih memiliki kasus aktif corona.

Rinciannya adalah Kecamatan Bae 38 pasien, Kota 31 pasien, Jati 20 pasien, Gebog 16 pasien, Jekulo 15 pasien, Kaliwungu 15 pasien, Dawe sembilan pasien, Mejobo enam pasien, dan Undaan enam pasien.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (DKK) dr Andini Aridewi mengatakan, untuk proses vaksinasi pada tenaga pendidik tetap akan dilakukan secara bertahap.

Hanya untuk wilayah mana terlebih dahulu tetap akan menunggu pemetaan dari Disdikpora. “Kami tetap menunggu data dari dinas terkait terlebih dahulu,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...