Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Lelana Kudus Ajak Kaum Muda Berkeliling Kawasan Kuno dan Bersejarah di Kota Kretek

Story Teller Lelana Kudus bercerita sejarah di Langgardalemkepada belasan peserta yang hadir (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Membahas sebuah sejarah atau cerita masa lampau memang tak akan ada bosannya. Tak hanya orang tua yang tertarik, kini pemuda millenial pun banyak yang tertarik membahas cerita – cerita Kudus tempo dulu.

Lelana Kudus, layaknya tour guide sejarah atau heritage yang bisa mengajak berkeliling ke seputaran Kota Kretek dan bercerita soal sejarah. Minggu, (14/3/2021) Lelana Kudus mengajak belasan kaum milenial untuk berkeliling ke Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kudus dan menggali cerita sejarah di kawasan tersebut.

Rahmat Hidayatullah, story teller Lelana Kudus mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melihat Kudus di sisi lain dengan menunjukkan dan bercerita tentang kawasan – kawasan kuno yang bersejarah. Tiga rute, yang sudah bisa dipilih, rute langgardalem, rute peradaban kulon kali gelis dan rute kauman.

“Memang rute langgardalem ini menjadi salah satu yang favorit. Beberapa kali kami sudah pernah mengajak sejumlah kaum muda untuk berkeliling di kawasan kuno langgardalem,” katanya

Kegiatan tersebut, lanjut dia, bisa menjadi pilihan untuk pemuda millenial sebagai alternatif wisata yang bukan melulu tentang pegunungan atau wisata alam lain. Tempat bersejarah bisa dijadikan edukasi agar para pemuda paham akan sejarah dan ceritanya.

Story Teller Lelana Kudus bercerita sejarah di Langgardalemkepada belasan peserta yang hadir (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

“Orang terdahulu sudah banyak yang meninggal. Kalau cerita dan sejarah itu tidak digali nantinya generasi muda tidak akan tau apa – apa soal Kudus yang memiliki banyak cerita bersejarah,” ungkapnya.

Di rute langgardalem sendiri, generasi muda bisa melihat sejumlah bangunan kuno, sejarah hingga batik asli lawasan Kudus.

“Ada banyak yang bisa kita pelajari, seperti alun – alun lama Kudus, klenteng, bekas pabrik rokok yang pernah jaya dulu seperti milik H Moeslich, rokok jagung, rokok mustikaning hingga rokok delima. Ada juga rumah adat asli kudus hingga masjid yang lebih dulu dibangun sebelum Menara Kudus,” jelasnya.

Pihaknya tak mematok harga tetap untuk berkeliling melihat sejarah dan bangunan kuno di Kawasan Kudus. Peserta bisa memberikan apresiasi dengan sukarela.

“Kalau mau memberikan apresiasi monggo sukarela saja, kalau ada yang berminat bisa direct message (DM) instagram kami @lelanakudus.id,” pungkasnya.

Sementara salah seorang peserta tour Nisa Hafizhotus Syarifa mengaku, selama perjalanan tour sangatlah seru. Dirinya mendapatkan cerita dan pengetahuan yang selama ini belum pernah diketahuinya, seperti banyaknya bangunan kuno yang bersejarah.

“Sangat seru, capeknya jalan kaki itu terbayarkan dengan pengetahuan yang didapat. Baru sekali ini ikut kegiatan seperti ini,” tandas warga Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara itu.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...