Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Angkat Hasil Lokal, Pemuda Tergo Kudus Ciptakan Inovasi Produk Berbahan Daun Pandan

Owner Cak Peter Aris Sutopo (32) menunjukkan sejumlah produk berbahan dasar pandan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Kumpulan pemuda Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kudus yang tergabung dalam Cak Peter mengembangkan kerajinan tikar pandan yang sudah menjadi budaya turun-temurun di desa tersebut, menjadi sejumlah produk yang bernilai seni tinggi.

Banyaknya tumbuhan pandan di desa tersebut juga menjadi alasan untuk bisa mengangkat hasil lokal dan perekonomian masyarakat di masa pandemi.

Owner Cak Peter Aris Sutopo (32) mengatakan, pembuatan tikar yang berbahan dasar dari pandan sudah menjadi kerajinan lokal masyarakat sekitar yang turun-temurun dari nenek moyang.

“Untuk melestarikan budaya desa, kami mempunyai pemikiran untuk mengembangkan hasil lokal pandan itu agar kerajinan tikar pandan tidak punah. Dan harganya pun juga lebih meningkat,” katanya, Sabtu (13/3/2021).

Proses pembuatannya sendiri, perajin tikar pandan mengambil daun pandan pilihan. Kemudian dipisahkan dari batang tengah dan durinya.

Setelah terpisah, lanjut proses penjemuran dilakukan hingga daun benar-benar kering agar bagus ketika dianyam. “Setelah kering, dikerok agar kotoran hilang dan mengkilap, kemudian dianyam secara manual. Proses itu paling tidak membutuhkan waktu satu pekan menyesuaikan kondisi cuaca,” ungkapnya.

Tikar pandan yang sudah jadi, lanjur dia, disulap menjadi sejumlah produk inovasi lain. Seperti peci pandan, sandal pandan, tas pandan, nampan pandan hingga tas pandan. Produksinya pun juga mengajak masyarakat desa.

“Seperti pembuat tikar hingga penjahit semuanya warga sekitar, ini juga bertujuan memberdayakan dan mengangkat perekonomian warga sekitar. Kami itu mulai mencoba semenjak April 2020 dan November 2020 kemarin sudah menjadi sebuah produk inovasi itu,” jelasnya.

Hingga kini produk lokal inovasi pemuda Tergo itu, mampu terjual hingga ke berbagai kota. Bahkan sudah terjual hingga ke luar negeri.

“Eks-Karesidenan Pati, Yogya, Semarang dan beberapa kota lain sudah pernah terjual. Kalau luar negeri itu Palestina dan beberapa waktu lalu yang terjual ke Jerman itu produk sendal pandan. Harganya bervariatif mulai Rp 35 ribu sampai ratusan ribu. Kami ada tingkatan produk standar, premium dan eksekutif,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...