Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Duh, Ribuan GTT dan PTT di Jepara Belum Gajian Sejak Januari 2021

Ilustrasi Guru Honorer

MURIANEWS, Jepara – Ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (GTT) di Jepara sejak Januari diketahui belum menerima gaji. Padahal, mereka tetap bekerja secara daring sejak pandemi Covid-19 berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Agus Tri Haryono, tidak menampik situasi ini. Ia pun mengakui, para GTT ini biasanya mendapatkan gaji dari dana yang bersumber dari APBD Jepara dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Tahun ini untuk APBD Jepara dialokasikan dana kurang lebih Rp 12 miliar,” katanya.

Hanya, karena pandemi masih berlangsung, pemerintah kembali menerapkan refocusing anggaran. Dengan adanya kebijakan ini, penggunaan anggaran tidak diperkenankan dilakukan sebelum proses refocusing selesai.

Sehingga ada penundaan pencairan anggaran untuk kebutuhan tersebut. Dalam waktu dekat, dipastikan sudah ada pencairan dana untuk keperluan tersebut.

“Memang gaji GTT ini sempat tertunda. Setahu kami pada pertengahan Maret ini sudah ada penerimaan dana BOS untuk triwulan pertama. Sedangkan untuk APBD Jepara, masih menunggu prosess refocusing anggaran selesai. Namun kami pastikan tetap akan dipenuhi,” ujarnya.

Menurut Agus, di Jepara saat ini terdapat sekitar 1.900 orang GTT dan PTT yang ada diberbagai sekolah. Kebanyakan, mereka mengajar sebagai guru Sekolah Dasar (SD). Selain itu juga ada yang mengajar di sejumlah SMP di bawah naungan Disdikpora Jepara. Situasi seperti ini biasa diawal tahun, karena anggaran tidak bisa cair di awal tahun.

“Kami sudah sering menyampaikan kepada para kepala sekolah untuk bisa mengalokasikan anggaran BOS di masing-masing sekolahnya untuk mengalokasikan kebutuhan ini. Paling tidak untuk kebutuhan Januari dan Febuari. Hal itu dimungkinkan karena Saldo Dana BOS dimungkinkan tidak harus nol,” tambah Agus Tri Harjono.

Tersendatnya gaji para GTT dan PTT belakangan memang dikeluhkan. Mereka tidak bisa menerima gaji secara penuh sejak Januari lalu. Besaran gaji mereka diketahui berkisar antara Rp 700 ribu sampai Rp 1,3 juta per bulan.

Di antara mereka sudah ada yang mendapatkan gajinya untuk Januari lalu, dan dibayarkan pada Maret ini. Besaran gaji para GTT memang jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jepara, yang angkanya mencapai Rp 2,1 juta per bulan.

Menurut beberapa GTT, situasi ini membuat mereka harus mengambil pinjaman untuk kebutuhan hidup sehari-hari, maupun operasional mereka saat mengajar melalui sistem daring. Ada juga diantara mereka yang lebih beruntung, karena kepala sekolah memberikan dana talangan untuk mereka.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...