Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kabupaten Kudus Belum Zona Hijau, Total Kasus Corona 5.625

Rapid test massal yang digelar DKK Kudus di pasar tradisional beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kasus konfirmasi corona di Kabupaten Kudus hingga, Sabtu (13/3/2021) berada di angka 5.625 kasus. Dari jumlah tersebut, sudah ada sebanyak 4.949 pasien yang dinyatakan sembuh.

Sementara untuk pasien meninggal, kini berada di angka 510 orang. “Sedang untuk kasus aktifnya kini berada 166 pasien,” ucap Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi, Sabtu (13/3/2021).

Dari jumlah pasien aktif tersebut, ada sebanyak 26 pasien yang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit rujukan penanganan corona di Kudus. Sementara 140 sisanya, menjalani isolasi mandiri.

“Untuk kasus aktifnya bertambah sebanyak 16 orang yang keseluruhannya berasal dari dalam wilayah. Namun juga ada sebanyak delapan pasien yang dinyatakan sembuh, jadi tersisa 166 kasus itu,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, Kabupaten Kudus juga memilii 5.240 kontak erat masih dipantau, 42 suspek, dan 78 probable. Dari 42 suspek dalam wilayah sebayak 36 dirawat dan 6 isolasi mandiri.

“Sementara untuk 78 kasus probable, semuanya meninggal dunia,” jelas dia.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, secara mikro zonasi, sebagian besar desa di Kabupaten Kudus memang kini berada di zona hijau, kuning, dan oranye. “Tidak ada zona merah,” kata dia.

Namun, apabila secara keseluruhan, Kabupaten Kudus sendiri kini berada di zona oranye. Mengingat setiap kecamatan di Kudus kini masih memiliki pasien aktif baik dirawat maupun menjalani isolasi mandiri.

Baca: Hartopo Izinkan Kecamatan Berzona Hijau di Kudus Buka Sekolah, Prokes Harus Ketat

Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan 3M. Yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Hal tersebut dikarenakan 3M adalah cara yang paling ampuh untuk mencegah penularan.

“Sehingga tren penurunan kasus ini bisa terus berlanjut dan sekolah di kecamatan hijau boleh dibuka,” kata dia.

Para pasien yang kini tengah dirawat di rumah sakit juga terus diupayakan kesembuhannya. Oleh karena itu pihaknya berharap semua pasien yang menjalani isolasi mandiri untuk tetap bisa menerapkan isolasinya dengan maksimal.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...