Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Eco Enzym dari Sampah Buah-buahan, Cairan Ajaib untuk Bersihkan Karat Hingga Obat Gatal

 

Warga bersama-sama membuat eco enzyme di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/ Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus menggelar pelatihan Eco Enzyme, Jumat (12/3/2021). Eco Enzyme itu sebagai cara untuk memanfaatkan limbah buah dan limbah sayur.

Eco enzym adalah cairan hasil fermentasi sampah dapur. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, founder Asosiasi Pertanian Organik (Organic Agriculture Association) dari Thailand.

Eco enzym juga biasa disebut dengan cairan  organik ajaib, yang multiguna. Mulai untuk pupuk, cairan pembersih, kecantikan dan pengobatan.

Pengamatan MURIANEWS, beberapa warga tampak sibuk membuat eco enzyme. Mereka bekerja sama untuk membuat eco enzyme. Beberapa buah dan sayuran bergantian diolah.

Menurut pelatih eco enzyme,Diana Kristiowati untuk membuat eco enzyme membutuhkan bahan dari limbah buah-buahan sebanyak 60 persen. Lalu ditambah dengan sayuran sebanyak 40 persen.

“Minimal lima macam buah-buahan kalau membuat eco enzyme. Karena buah mengandung enzyme. Kalau hanya satu buah bisa tapi hasilnya tidak bagus. Kalau sayurannya satu macam tidak apa-apa,” katanya, Jumat (12/3/2021).

Menurut dia buah-buahan mengandung glukosa. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk fermentasi. Ketika ditambah dengan sayuran bisa membentuk alkohol yang bisa dimanfaatkan menjadi eco enzyme.

Lebih lanjut, dia menjelaskan beberapa manfaat adanya eco enzyme itu. Mulai dari menetralisir gelombang elektromagnetik, membersihkan karat, menghilangkan bau, dan mengobati gatal-gatal.

Dia berharap dengan adanya eco enzyme ini dapat mengurangi sampah yang terdapat di TPA.

“Semoga semakin banyak yang mencoba membuat eco enzyme. Karena salah satu manfaatnya bisa mengurangi sampah di TPA,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Pustaka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, Ninik Mustika mengatakan kegiatan eco enzyme ini sebagai cara pengelolaan sampah. Menurutnya, limbah sampah dan buah-buahan ketika diolah bisa bermanfaat.

“Ini merupakan bentuk industri kreatif. Karena eco enzyme ini kan memiliki banyak manfaat. Harapan kami masyarakat bisa lebih peduli dengan pengolahan sampah,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...