Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Usai Tersandung Kasus Suap, Kinerja PDAM Kudus Diklaim Mulai Membaik

Kantor PDAM Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus disebut mulai menunjukkan tren positif pada pendapatan laba bulanannya di awal tahun ini.

Setelah sebelumnya, perusda tersebut sempat terkena kendala akibat direktur utama dan satu pegawainya tersandung kasus suap pengangkatan pegawai beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Kudus Agung Dwi Hartono mengatakan, pada dua bulan pertama tahun ini, PDAM berhasil meraih laba 112 persen atau melebihi target.

“Target laba per bulannya sekitar Rp 340 juta, di dua bulan pertama mereka berhasil melebihinya,” ucap dia, Jumat (12/3/2021).

Sementara untuk tahun ini sendiri, PDAM dibebani target sebesar Rp 4.08 miliar. Dengan tren yang terjadi kini, pihaknya optimis PDAM bisa mencapai target tersebut.

Apalagi, lanjutnya, musim yang akan datang adalah musim kemarau. Sehingga sangat dimungkinkan pendapatan PDAM bisa semakin meningkat karena membutuhkan lebih banyak air.

“Jadi bisa saja lebih baik dari dua bulan kemarin, semoga bisa terus konsisten terhadap kinerjanya,” sambung dia.

Sementara terkait pengisian jabatan direksi di PDAM yang kini masih diisi Direktur Teknik saja, Agung mengatakan masih mengkaji apakah diperlukan secepatnya atau tidak.

Terlebih, kinerja PDAM kini kian stabil. Sehingga apabila dimasuki direksi baru secara tergesa, dikhawatirkan bisa merusak ritme kerja.

“Namun ke depan tetap akan diisi, cuman waktunya kapan ini yang perlu kajian mendalam supaya tidak merusak tren baiknya,” ujar Agung.

Untuk diketahui, Pelaksana Tugas Bupati Kudus HM Hartopo resmi memecat Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini yang terjerat kasus suap pengangkatan pegawai beberapa lalu.

Baca: Dipenjara, Dirut PDAM Kudus Resmi Dipecat Hartopo

Hal tersebut dikarenakan proses hukum yang dijalani Humaini telah rampung dan inkrah.

Pemecatannya pun tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 539.4/230/2021. Humaini, diberhentikan secara tidak hormat per tanggal 5 Maret 2021 kemarin.

Humaini divonis 4,5 tahun penjara karena terbukti menerima uang suap senilai Rp 720 juta.

Uang tersebut, dia dapatkan dari hasil pungutan sebanyak 15 pegawai PDAM yang akan diangkat menjadi pegawai tetap.

Humaini, juga harus membayar denda sebesar Rp 50 juta. Apabila tidak sanggup membayar, maka harus diganti dengan kurungan dua bulan penjara.

Vonis Humaini, diketahui lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang hanya selama empat tahun penjara.

Dalam pertimbangannya, Humaini terbukti melanggar Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...