Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Bahas Penyertaan Modal BUMD, Rapat Paripurna DPRD Jepara Berlangsung Alot

Suasana sudang paripurna DPRD Jepara berlangsung alot, Rabu (10/3/2021). (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Rapat paripurna DPRD Jepara pembahasan tiga rancangan peraturan daerah (Ranperda), Rabu (10/3/2021) berlangsung alot. Dari tiga Ranperda yang diajukan, ada satu Ranperda yang menimbulkan perdebatan sengit di kalangan anggota DPRD Jepara.

Ranperda tersebut adalah Ranperda Perubahan Perda No 15 Tahun 2015 Tentang Penyertaan Modal BUMD. Dari lima BUMD Pemkab Jepara, pembahasan terhadap Perumda dan PDAM Jepara, mengalami perdebatan sengit.

Tiga Ranperda yang diajukan Bupati Jepara, masing-masing adalah Ranperda Perubahan Perda No 5 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak, Ranperda Restribusi Pengelolaan Pasar Rakyat dan Ranperda Perubahan Perda No 15 Tahun 2015 Tentang Penyertaan Modal.

Dari delapan fraksi di DPRD Jepara, dalam pandangan umum fraksi menyetujui dua Ranperda. Sedangkan untuk Ranperda Penyertaan Modal, terjadi perbedaan pendapat menyusul terjadinya dead lock pembahasan final di Rapat Panitia Khusus (Pansus) I, pada 1 Maret 2021.

Pimpinan Rapat, Ketua DPRD Jepara, Haizul Ma’arif pada akhirnya harus berusaha keras untuk mengendalikan jalannya persidangan. Sidang yang dilakukan mulai sekitar jam 13.30, akhirnya baru berakhir pada sekitar jam 18.00 WIB.

Melalui mekanisme votting, akhirnya DPRD Jepara memutuskan menyetujui semua Ranperda yang diajukan oleh Bupati Jepara tersebut. Sebanyak 25 orang anggota DPRD Jepara yang hadir menyatakan setuju.

Sementara anggota-anggota Fraksi Nasdem dan Fraksi PDI Perjuangan yang mengusulkan perpanjangan pembahasan, meninggalkan ruang sidang, saat dilakukan votting secara terbuka itu.

“Sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Jepara, maka dalam hal ini perlu dilakukan votting untuk pengambilan keputusan. Dari 46 orang yang hadir, sebanyak 25 anggota menyatakan setuju untuk mengesyahkan 3 Ranperda. Sehingga dengan demikian keputusan DPRD Jepara bulat, menyetujui Ranperda yang disampaikan Bupati Jepara,” ujar Haizul Ma’arif, di penghujung Rapat Paripurna, Rabu (10/3/2021).

Dalam sejarah DPRD Jepara, rapat paripurna tidak pernah berlangsung se-alot seperti yang terjadi pada Rapar kali ini. Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Nasdem dalam kesempatan ini menjadi pihak yang meminta agar pembahasan mengenai Ranperda Penyertaan Modal ini bisa dilakukan perpanjangan pembahasan.

Wakil Ketua DPRD Jepara, Junarso (F PDI Perjuangan) dan Pratikno (Nasdem), berusaha memberikan pandangan-pandangannya terkait proses pembahasan Ranperda ini.

Junarso menyatakan, pihaknya berharap DPRD Jepara tidak tergesa-gesa di dalam menyetujui Ranperda ini. Pihaknya menilai, ada potensi cacat hukum terjadi dalam hal ini. Proses buntu di tahapan Pansus I, sudah selayaknya mendapatkan perhatian.

Artinya ada hal-hal yang perlu memerlukan pertimbangan dan kajian yang lebih mendalam. Hal yang sama juga disampaikan oleh Pratikno, yang juga meminta agar dilakukan perpanjangan. Namun upayanya, menemui jalan buntu, karena mayoritas anggota DPRD Jepara menghendaki agar 3 Ranperda yang disampaikan disetujui pada hari itu juga.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...