Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Duh, Makam Salah Satu Cikal Bakal Desa Barongan Kudus Lenyap Tak Berbekas

Lokasi punden atau makam Mbah Gendrosari Kudus yang kini hilang. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Makam atau punden Mbah Gendrosari  yang merupakan penyebar Islam dan cikal bakal Dukuh Dalangan, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus lenyap tak berbekas. Tak hanya hilang, akses menuju ke area makam pun kini sudah tetutup dipenuhi permukiman penduduk.

Juru kunci makam sekaligus modin Desa Barongan Solikhin mengatakan, baru mengetahui jika makam tersebut sudah tidak ada. Sebab, selama ini akses ke punden tersebut sudah tertutup pemukiman warga selama puluhan tahun.

“Saya periode ke-5 jadi juru kunci baru 10 tahun lalu kondisinya sudah tertutup rumah. Dulu awal  itu masih ada makamnya. Hari ini tadi saya baru tahu kalau sudah tidak ada,” katanya, Rabu (10/3/2021).

Selama ini, lanjut dia, sejumlah warga yang ziarah atau selamatan akan mempunyai hajat itu datang ke rumahnya. Dan dirinya mendoakannya melalui rumah.

“Selama ini ke rumah saya biasanya tradisi sini kan kebo siji (kerbau satu), lalu doanya dari rumah dan undang sebagian tetangga untuk selametan. Saya sudah konsultasi ke ulama, karena enggak bisa dilewati jadi dari rumah tidak apa-apa,” jelasnya.

Sementara Ketua Lembaga Penyelamat dan Penjaga Karya Budaya Bangsa (LPPKBB) dan Sejarawan Kudus Sancaka Dwi Supani sangat menyayangkan hilangnya makam sesepuh tersebut. Padahal makam tersebut seharusnya dijaga dan dilestarikan.

“Tidak akan ada Dukuh Dalangan jika tidak ada sesepuh, lha kok malah dihilangkan.Tadi saya kaget saya tanyakan bilangnya sudah tertutup jalanya, harus lewat rumah warga sampai di makamnya malah sudah tidak ada. Padahal yang makam Mbah Barong itu masih,” ucapnya.

Mbah Gendrosari, sambung Supani, merupakan santri dari Mbah Kyai Barong pada abad ke – 15. Yang waktu itu ditugaskaan untuk menyebarkan Islam di wilayah selatan Desa Barongan.

“Jadi kami harapkan pemerintah desa bisa membangunkan kembali makam tersebut dan aksesnya pun juga harus ada. Meski keaslinya hilang, tapi paling tidak napak tilas dan sejarahnya masih ada, jadi ketika ada orang yang memiliki hajat bisa langsung ke makam, dan anak cucupun bisa tahu cikal bakalnya,” ungkapnya.

Sejumlah warga asli setempat pun juga menyayangkan makam tersebut sudah tidak ada. Mereka juga menuntut agar makam tersebut bisa dibangun kembali.

“Saya sangat setuju kalau makamnya  dibangun lagi. Karena itu sesepuh cikal bakal desa sini harus dilestarikan,” kata Erwin warga Desa Barongan.

Terpisah, Kepala Desa Barongan Bambang Juniatmoko menyatakan, pembangunan kembali makam tersebut akan menunggu musyawarah sejumlah unsur. “Nanti kita juga lihat regulasinya dulu seperti apa, sejarahnya seperti apa konsultasi dengan warga yang dekat dengan lokasi,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...