Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Polda Jateng Periksa Kampung Siaga Candi di Kudus, Ini yang Ditemukan

Polda Jateng memantau penerapan Kampung Siaga Candi 2021 di Gulang, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Polda Jateng meninjau pelaksanaan Kampung Siaga Candi 2021 di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Rabu (10/3/2021). Hal tersebut untuk memastikan pelaksanaan Kampung Siaga Candi berjalan dengan sesuai.

Diketahui Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus menjadi juara lomba Kampung Siaga Candi 2021 yang dihelat oleh Polres Kudus beberapa waktu lalu.

Kabag Bin Opsnal Dit Binmas Polda Jateng AKBP I Wayan Tudi mengatakan, kegiatan asistensi Kampung Siaga Candi 2021 untuk mengetahui sejauh mana peranan desa dalam membantu memutus penyebaran Covid-19.

Dari hasil pantauan itu, pihaknya menemukan beberapa hal. Di antaranya pelaksanaan Kampung Siaga Candi di Desa tersebut sudah sesuai SOP.

“Mulai dari pemerintah desa, Babinkantibmas, Babinsa, tenaga medis dan juga masyarakat bisa berjalan beriringan. Mulai dari penerapan PPKM, Kampung Siaga Candi, sampai Jogo Tonggo pun masih berjalan,” katanya.

Adanya UMKM di desa setempat juga bisa dijadikan sebagai ketahanan pangan di masa pandemi. Pemerintah desa pun diharapkan bisa membantu mempromosikan sejumlah produksi rumahan yang sudah ada bisa lebih berkembang.

“Seperti promosi melalui medsos, ataupun by WhatsApp sehingga dari daerah lain bisa mengetahui sejumlah produk yang dihasilkan masyarakat desa,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga melakukan pemantauan di desa lain, seperti Desa Garung Lor, Desa Barongan, Desa Jepang Pakis dan sejumlah desa lain.

Sementara Kepala Desa Gulang Aris Subkhan menyatakan, penerapan Kampung Siaga Candi sudah diterapkkan bersama – sama masyarakat semenjak adanya pandemi Covid -19. Mulai menyiapkan tempat isolasi, kewajiban protokol kesehatan, penyediaan prasarana protokol kesehatan, hingga memberikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.

“Selama ini 10 ribu masker lebih sudah kami bagikan, penyemprotan disinfektan berkala, penerapan jam malam, bantuan sembako bagi warga yang melakukan isolasi sampai melakukan pemantauan warga yang habis dari perantauan,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, di desanya sudah tidak ada masyarakat yang terkonfirmasi positif. Pihaknya juga menganggarkan sejumlah dana berasalkan dari APBDes untuk penanganan Covid-19.

Alhamdulillah saat ini zero kasus postif Covid-19 di desa kami. Penanganan Covid-19 tahun kemarin kami anggarkan Rp 444,75 juta dan Rp 22 juta di tahun 2021,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...