Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kerajinan dari Karung Goni Buatan Warga Kudus Ini Laris Hingga ke Jerman dan Mesir

Nunung Ervana (38) memperlihatkan produk dari bahan dasar karung goni yang diproduksinya. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Karung goni, bisa dijadikan sebagai bahan dasar beraneka macam produk yang bernilai seni tinggi. Seperti peci/kopiah, aneka tas, sandal, hingga nampan saji.

Bahkan peminatnya pun kini tak hanya dari warga lokal ataupun nasional saja. Dari mancanegara pun kini melirik kerajinan yang bernilai tinggi tersebut.

Nunung Ervana (38) salah satu perajin karung goni asal Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kudus mengatakan, aneka produk kerajinan dari karung goni bisa laku hingga Malaysia, Singapura, Jerman dan Mesir. Bahkan dirinya memiliki agen atau reseller di setiap kota di Indonesia.

“Kalau penjualan se-Indonesia hampir pernah semua, sampai Papua juga. Reseller juga hampir kota di Nusantara ada,” katanya.

Aneka produk dengan bahan dasar karung goni milik Nunung Ervana (38) (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Meski sudah banyak pembuat kerajinan dari karung goni, dirinya mengaku tak panik lantaran akan ada inovasi-inovasi baru yang akan digunakan untuk menarik minat pembeli. Seperti dengan cara mengaplikasikan bahan karung goni dengan bahan-bahan lain.

Selain itu, dirinya sudah memiliki hak cipta sebagai pengusaha dengan bahan karung goni.

“Jadi setiap produk misal tas saya bisa padu dengan bahan kanvas dan lain. Begitu juga dengan peci yang saya buat beraneka macam model, dari model umum hingga model peci veteran,” ungkapnya.

Setiap jenis karung goni yang dipakai juga memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari warna, bau, struktur serat, hingga ketahanan. Bahan karung goni bekas teh memiliki keistimewaan sendiri semakin sering dipakai atau dipegang akan lebih mengkilap.

“Misal peci semakin sering dipakai semakin kilap, tidak busam. Produk dari goni yang saya buat itu banyak, seperti peci, tas, sandal. Bahannya juga bukan cuma satu macam, ada karung goni bekas tembakau, karung goni bekas teh, karung goni bekas biji cokelat dan karung goni yang masih baru,” jelasnya.

Kini dirinya mampu menjual ratusan produk dengan bahan dasar karung goni dalam waktu satu bulan. Dirinya hanya mengoptimalkan media sosial untuk memasarkan beraneka macam produknya.

“Satu bulan bisa laku sekitar 300 sampai 500 biji. Paling banyak peminatnya itu memang produk peci biasa hingga peci veteran. Kalau tas, sandal itu masih proses pengenalan. Harganya bervariasi mulai Rp 35 ribu sampai Rp 100 ribu, ” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...