Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dipenjara, Dirut PDAM Kudus Resmi Dipecat Hartopo

Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo resmi memecat direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus Ayatullah Humaini yang terjerat kasus suap pengangkatan pegawai beberapa lalu.

Hal tersebut dikarenakan proses hukum yang dijalani Humaini telah rampung dan inkrah. Humaini pun kin tengah menjalani hukuman penjara.

Pemecatannya pun tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 539.4/230/2021. Humaini, diberhentikan secara tidak hormat per tanggal 5 Maret 2021 kemarin.

“Sudah, salinan putusannya juga telah kami terima, maka dari itu kami pecat,” ucap Hartopo, Selasa (9/3/2021).

Untuk sementara, kata dia, jabatan direktur utama PDAM kini dipegang oleh direktur teknik yang sudah terisi sesaat setelah Ayatullah Humaini tertangkap kejaksaan.

“Ke depan tetap akan kami lakukan pengisian, untuk efektifitas kinerja perusahaan daerah,” ujarnya.

Hartopo menambahkan, selain akan mencari direktur utama untuk perusda tersebut, pihaknya juga akan menambah satu dewan pengawas lagi untuk meningkatkan kinerja PDAM Kudus.

Sementara Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat daerah Kabupaten Kudus, Agung Dwi Hartono mengatakan, Ayatullah tak akan mendapatkan hak-haknya. Hal tersebut dikarenakan yang bersangkutan diberhentikan secara tidak hormat.

Sementara terkait pengisian jabatan, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu. Mengingat kini, PDM telah memiliki Direktur Teknik Yan Laksmana yang merupakan bagian dari direksi.

“Untuk memutuskan apakah perlu segera atau tidak, karena saat ini sudah ada direktur tekniknya, saat ini mereka juga telah berproses dengan baik,” jelas dia.

Seperti diketahui, Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus Ayatullah Humaini divonis 4,5 tahun penjara karena terbukti terbukti menerima uang suap senilai Rp 720 juta.

Uang tersebut, dia dapatkan dari hasil pungutan sebanyak 15 pegawai PDAM yang akan diangkat menjadi pegawai tetap.

Humaini, juga harus membayar denda sebesar Rp 50 juta. Apabila tidak sanggup membayar, maka harus diganti dengan kurungan dua bulan penjara.

Vonis Humaini, diketahui lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum yang hanya selama empat tahun penjara.

Dalam pertimbangannya, Humaini terbukti melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...