Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Petani di Kudus yang Gagal Panen karena Banjir Diberi Bantuan Benih Padi

Perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus saat menyerahkan bibit padi untuk petani Desa Ngemplak, Undaan. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Para petani di Kabupaten Kudus yang sawahnya terdampak banjir mendapat bantuan benih padi dari pemerintah pusat. Bantuan yang diberikan dialokasikan untuk lahan seluas 1.525 hektare.

Sebelumnya bantuan benih juga dibeirkan untuk 1.886 hektare beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto mengatakan, benih tersebut akan diserahkan kepada para petani yang areal persawahannya terendam banjir hingga mengakibatkan puso.

“Ini bantuan yang kedua, karena bantuan pada tahap pertama belum menyeluruh,” kata dia Selasa (9/3/2021).

Alasanya, kata dia, adalah karena tanaman padi yang terendam banjir dan berakibat pada puso cukup banyak. Sehingga dalam pengajuannya juga dilakukan secara bertahap.

Untuk pendistribusiannya sendiri, tambah dia, sudah dilakukan sedari awal Febuari sampai sekarang.

Hanya memang, apabila lahan persawahan penerima bantuan bibit masih tergenang, maka akan dijadwalkan ulang penyerahan bibitnya. “Jadi bibit diserahkan dan langsung siap menanam,” ujarnya.

Catur mengatakan, beberapa desa yang telah menerima bantuan benih adalah seperti Desa Undaan Tengah, Hadiwarno, Larikrejo, Lambangan dan Golantepus. Dengan luas areal masing-masing bervariasi.

Walau demikian, petani tetap diingatkan untuk tetap mendaftarkan lahan pertaniannya di program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang memberikan jaminan atas lahan garapan petani ketika dilanda banjir atau serangan hama.

“Kami haraapkan para petani bisa mengikuti progam tersebut, karena bisa meminimalisir kerugian akibat banjir maupun hama,” kata dia.

Petani, tambah Catur, cukup membayar sebesar Rp 36 ribu atau 20 persen dari nilai premi normal sebesar Rp 180 ribu per hektare per musim tanam.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...