Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jarinya Bengkak Gara-Gara Cincin Tak Bisa Dilepas, Gadis Kecil di Grobogan Minta Bantuan Damkar

Petugas damkar sedang berupaya melepaskan cincin di jari manis anak usia 10 tahun. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Seorang anak berusia 10 tahun bernama Imelda mendatangi Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Grobogan, Senin (8/3/2021) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Bocah tersebut datang ke kantor damkar ditemani bibinya, Siti Sumiatun (30).

Kedatangan warga Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati ke kantor damkar yang ada di komplek Setda Grobogan itu bukan untuk melaporkan peristiwa kebakaran atau minta bantuan evakuasi binatang buas. Tetapi untuk meminta bantuan melepaskan cincin yang ada di jari manis tangan kanannya.

Gara-gara cincin emas yang tidak bisa lepas itu, jari manis anak tersebut terlihat bengkak cukup besar. Sesekali, anak itu tampak meringis menahan sakit ketika menggerakkan tangannya.

Tidak lama kemudian, sejumlah petugas damkar segera melakukan persiapan untuk melepaskan cincin. Mengingat kondisi jarinya sudah bengkak cukup besar maka cincin itu tidak bisa dilepaskan dengan bantuan benang, seperti yang biasa dilakukan sebelumnya.

“Terpaksa, cincin ini akan kita potong pakai gerinda mini. Soalnya, bengkaknya sudah besar,” kata Amin, salah satu petugas damkar.

Sebelum melakukan pemotongan, petugas memberi nasehat terlebih dahulu pada anak itu supaya tenang dan tidak perlu takut. Setelah anak itu tenang, proses pemotongan cincin baru dilakukan.

Proses pemotongan dilakukan sangat hati-hati. Untuk mengurangi rasa sakit akibat gesekan saat pemotongan cincin, petugas menyiramkan air ke jari tangan anak tersebut secara terus menerus.

Sebelumnya, petugas juga sudah memasangi lempengan besi tipis sebagai pelindung jari agar tidak terkena gerinda.

Setelah lima menit, proses pemotongan cincin akhirnya berhasil. Setelah cincin lepas, anak perempuan itupun terlihat sangat gembira.

Alhamdulillah, akhirnya bisa lepas cincinnya. Ini, sudah ada dua hari cincinnya gak bisa dilepaskan,” kata Siti.

Menurutnya, selama ini, keponakannya itu menuntut ilmu di pondok pesantren yang ada di Kecamatan Ngaringan. Dua hari lalu, keponakannya pulang ke rumah.

Saat sampai di rumah, ia mencoba memakai cincin miliknya yang sudah sekitar tiga bulan tidak dipakai. Ternyata, setelah dipakai, cincinnya tidak bisa dilepas karena kondisi jari keponakannya sudah lebih besar ukurannya dari sebelumnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...