Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Belum Sempat Diteliti, Penemuan Benda Kuno di Dermolo Jepara Keburu Dijual

Benda-benda kuno yang ditemukan di Dermolo, pada akhir pekan lalu. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Penemuan benda kuno yang diduga berusia ratusan tahun ditemukan di Desa Dermolo, Kecamatan Kembang, Jepara, akhir pekan lalu. Sebuah guci berukuran sedang itu ditemukan warga saat menggali di kebun sekitar rumahnya. Namun belum sempat diteliti, temuan tersebut sudah keburu dijual ke pihak lain.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Jepara Zamroni Liztiaza membenarkan adanya penemuan benda yang diduga bersejarah tersebut. Pihaknya juga sudah menginstruksikan staf yang mengurusi masalah ini untuk menindak-lanjutinya. Namun hingga Senin (8/3/2021), dirinya belum mendapatkan laporan detail mengenai penemuan ini.

“Iya memang ada penemuan itu. Saya sudah mendapatkan laporan dan juga sudah menginstruksikan agar hari ini bisa ditindak-lanjuti dengan mendatangi lokasi. Namun sampai saat ini saya memang belum mendapatkan laporan detailnya,” ujar Zamroni Listiaza, Senin (8/3/2021) petang.

Terpisah, Kabid Cagar Budaya di Dispabud Jepara, Ida Lestari saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan benda kuno tersebut. Pihaknya juga sudah datang ke tempat penemu benda tersebut.

Benda-benda kuno yang ditemukan di Dermolo, pada akhir pekan lalu. (MURIANEWS/Istimewa)

Menurut Ida Lestari, penemu benda kuno tersebut adalah Sukardi, Warga RT 1 RW 2 Desa Dermolo, Kembang, Jepara. Namun demikian saat dirinya menemui si penemu, ternyata benda-benda tersebut sudah dijual.

Benda yang ditemukan, berdasarkan keterangan yang diperolehnya terdiri dari beberapa item. Di antaranya adalah sebuah guci, yang di dalamnya terdapat koin tembaga yang tengahnya berlubang segi empat dalam posisi diberi tali panjang. Kemudian ada juga beberapa logam berbentuk pipih yang diduga merupakan senjata tajam.

“Saya hari ini tadi ke tempat penemunya. Tapi ternyata benda-benda tersebut sudah dijual oleh penemunya. Tadi katanya dijual seharga Rp10 Juta. Padahal malam sebelum saya datang, si penemunya sudah ditelpon,” ujar Ida Lestari, Senin (8/3/2021).

Untuk selanjutnya, Ida Lestari menyatakan, dalam hal ini dirinya akhirnya hanya bisa mencatat kejadian ini. Sedangkan untuk langkah-langkah selanjutnya, pihaknya baru akan menyampaikan laporan kepada pimpinannya.

Apakah akan ada langkah-langkah lain, setelah ini, pihaknya belum bisa memastikan. Semuanya akan dilaporkan ke pimpinan, dan menunggu instruksi serta arahan yang diberikan pimpinannya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...