Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cari Tahu Angka Pengangguran, BPS Pati  Garap Data Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional

Kepala BPS Pati Anang Sarwoto saat memberikan keterangan kepada awak media. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati mulai mengolah data hasil survei angkatan kerja nasional. Dari survei itu, nantinya akan diperoleh angka pengangguran kabupaten setempat.

Kepala BPS Pati Anang Sarwoto mengatakan, survei angkatan kerja ini dilakukan dua kali dalam setahun. Periodenya pun hanya pada Fabruari dan Agustus.

Untuk Februari, diakui sudah selesai dilakulan survei yang menggunakan sample secara acak sebanyak 220 rumah tangga. Saat ini data tersebut masih diolah untuk mendapatkan hasil yang akurat.

“Selain untuk menemukan angka angkatan kerja, survei ini juga untuk mengetahui jumlah angka pengangguran,” katanya, Senin (8/3/2021).

Dia menambahkan, tujuan pengumpulan data Sakernas adalah menyediakan data pokok ketenagakerjaan yang berkesinambungan. Namun, secara khusus untuk memperoleh estimasi data jumlah penduduk bekerja, jumlah pengangguran, indikator ketenagakerjaan, serta perkembangannya yang representatif di tingkat nasional dan provinsi.

“Selain itu, Sakernas ini juga mempunyai tujuan khusus untuk mengumpulkan informasi terkait dampak Covid-19 terhadap ketenagakerjaan di Indonesia. Apalagi sekarang jjga sudah ada kartu prakerja yang diperoleh masyarakat yang masih menganggur,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa menjelaskan detail hasil dari Sakernas yang dilakukan itu. Pasalnya, meski data ataupun dokumen sudah divalidasi, akan tetapi hasil olah data diolah oleh pusat.

“Kalau hasil pencacahan mentah sudah, akan tetapi hasil olah data belum karena itu dikirim ke pusat,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, BPS juga mempunyai agenda survei lain dalam lingkup nasional, yakni survei terkait perekonomian.

“Bulan Maret ada survei sosial-ekonomi nasional (Susenas), yakni untuk menghitung kemiskinan, gini ratio, juga termasuk ketimpangan sosial. Fungsinya untuk menghitung potret pengangguran,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...