Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Empat Pekan Tak Ada Kabupaten-Kota Zona Merah di Jateng, Gubernur Ingatkan Jangan Lengah

Peserta rakor penanganan Covid-19 melihat data penurunan angka penularan dan kematian karena corona di Jawa Tengah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Selama empat pekan terakhir tidak ada kabupaten-kota di Jawa Tengah yang masuk dalam kategori zona merah atau risiko penularan Covid-19 tinggi. Dibanding puncak kasus pada Desember 2020, penuruan kasus baru dan kematian pada pekan ini di Jateng sangat drastis, lebih dari 70 persen.

Meski demikian, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan agar jangan lengah. Ia meminta proses tracing serta testing harus terus digenjot.

“Secara kondisi, bagus ya. Tapi saya minta jangan lengah. Sebab saya masih berkeliling dan menemukan ada beberapa tempat kerumunan seperti car free day (CFD) dan sebagainya,” kata Ganjar usai rapat penanganan Covid-19, Senin (8/3/2021).

Ganjar meminta Kabupaten/Kota melakukan pengetatan. Jika memang diizinkan, maka kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti CFD, harus dibatasi dengan cara diberi jarak. “Jangan lengah, karena ini (pandemi) belum selesai,” tegasnya.

Ia juga menyebut grafik data epidemologis yang terus menurun di Jawa Tengah. Mulai dari kondisi awal, dari 2020 sampai sekarang kondisinya terus melandai.

“Kalau dilihat grafiknya, kasus yang meninggal puncaknya ternyata di November 2020 dan kasus aktif puncaknya di awal-awal Desember. Setelah itu terus turun sangat drastis sampai saat ini,” katanya.

Data terakhir lanjut Ganjar, kasus aktif di Jawa Tengah saat ini sebanyak 6.038 atau turun 10,49 persen dari pekan sebelumnya. Kasus dirawat ada 3.440 dan isolasi sebanyak 2.598 orang, turun 15,97 persen dari pekan sebelumnya.

“Itu perkembangan terakhirnya, jadi memang terus menurun sangat drastis. Relatif dengan PPKM mikro berjalan dengan baik. Tapi sekali lagi saya minta jangan lengah, meskipun berjalan bagus dan adanya vaksin ini memberikan semangat serta harapan baru,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menambahkan, penurunan kasus Covid-19 di Jateng memang sangat drastis. Dibanding kasus puncak kasus konfirmasi pada awal Desember 2020, sudah menurun sebesar 73,5 persen pada pekan ini.

“Tren kasus meninggal juga menurun drastis dari puncak Januari lalu, turun sebesar 77,9 persen sampai saat ini,” katanya.

Tren penambahan kasus baru lanjut Yulianto juga terus menurun tiap pekannya. Sementara tingkat angka kesembuhan atau recovery rate (RR) di Jateng sudah mencapai 90,01 persen hingga 7 Maret 2021.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...