Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Anggota DPRD Jateng Soroti Maraknya Video Joget Seronok di Medsos

Dwi Yasmanto, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jateng. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jateng Dwi Yasmanto menyoroti video joget dengan gerakan seronok yang belakangan semakin marak di media sosial. Hal ini dinilai sebagai salah satu bagian dari krisis moral.

Menurutnya di medsos saat ini banyak beredar video joget dengan pemerannya mengenakan pakaian minim serta melakukan gerakan-gerakan menonjolkan bagian tubuh tertentu.

“Bahkan ada wanita dewasa yang berjoget ini di hadapan anak-anak yang melakukan joget ini,” katanya, Minggu (7/3/2021).

Anggota Komisi A DPRD Jateng itu menyebut sangat prihatin dengan kondisi itu. Ia juga menyebut ada tiga variabel terkait krisis moral yang kerap terjadi di media sosial.

Menurutnya tiga variabel itu saling berkesinambungan perihal krisis moral yang masih sering dijumpai di media sosial. Mulai dari penyedia aplikasi, pengguna aplikasi, dan pemerintah selaku pembuat regulasi.

Dia berpendapat aplikasi yang disuguhkan ke masyarakat agar menerapkan pemblokiran konten yang bersifat pornografi. Lalu, dari segi pengguna dia berpendapat bahwa masih ada yang tidak bijak di dunia maya. Untuk itu dia mengimbau agar lebih bijak saat bermedsos.

“Apa yang diekspresikan di medsos itu kan juga akan menjadi konsumsi publik. Oleh sebab itu, apa yang disampaikan di media sosial untuk dapat diperhatikan,” ujarnya.

Dia menambahkan, peran pemerintah selaku pembuat regulasi juga penting. Menurut dia pemerintah sudah bagus memberikan regulasi lewat UU ITE dan UU tentang Pornografi.

“Sebenarnya peraturan itu sudah cukup apabila dibarengi dengan kesadaran pengguna media sosial untuk berperilaku baik di media sosial,” terangnya.

Dia tidak memungkiri bahwa aktivitas di media sosial saat ini dihadapkan pada persoalan besar. Mulai dari hoaks, pornografi, dan pornoaksi.

Pemblokiran terhadap akun yang terbukti mengunggah konten hoaks, pornografi, dan pornoaksi menurutnya butuh disikapi semua pihak.

“Persoalan mendasarnya itu tentang perilaku manusianya. Terkadang dengan adanya media sosial membuat orang berperilaku aneh agar terkenal atau viral,” terangnya.

Lebih lanjut, menurut dia untuk mengatasi persoalan ini perlu dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga. Pendidikan di dalam keluarga sejak dini tentang budi pekerti harus diterapkan. Sebab, menurutnya perkembangan teknologi harus diiringi dengan etika.

“Maka perlu adanya kesadaran bersama dari mulai subjek pengguna teknologi, penyedia aplikasi, dan pemerintah untuk bersama-sama menjunjung tinggi moralitas demi kehidupan yang beradab,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...