Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Masjid di Jepang Kudus Ini Menyimpan Delapan Peninggalan Sunan Kudus dan Arya Penangsang

Masjid Jami Wali Al-Ma’mur di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, yang menyimpan koleksi Sunan Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Masjid Jami Wali Al-Ma’mur yang berada di RT 1, RW 6, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus sejumlah peninggalan Sunan Kudus dan muridnya Arya Penangsang.

Setidaknya ada delapan item peninggalan penyebar Islam tersebut yang berada di Masjid Ini. Kedelapan item itu masih terjaga keasliannya.

MURIANEWS berkesempatan melihat langsung kedelapan item peninggalan itu. Masing-masing item peninggalan itu masanya berbeda-beda.

Kedelapan item itu terdiri dari Gapura Padureksan, mustaka masjid dari kreweng, empat saka guru yang masih utuh, mihrab imam, mimbar khotbah, prasasti Al Ma’mur, sumur Salamun, dan beberapa makam.

“Semuanya masih asli, walaupun tidak seratus persen asli karena ada beberapa bagian yang sudah direnovasi. Untuk empat saka guru itu masih asli, tapi sejak 2020 kami lapisi kayu lagi supaya tidak roboh, kata Juru pelihara Masjid Wali Al-Ma’mur, Fatkhur Rokhman Aziz.

Juru pelihara Masjid Wali Al-Ma’mur, Fatkhur Rokhman Aziz menunjukkan foto-foto masjid sebelum dan sesudah direnovasi. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Di mimbar khotbah juga tertulis 1268 H. Menurut Fatkhur jika dalam Masehi itu sekitar tahun 1800-an. Lalu, di prasasti Al Ma’mur terdapat tahun 1917 yang merupakan penanda masjid selesai direnovasi untuk pertama kalinya.

Lalu, untuk sumur Salamun yang letaknya di dalam masjid sampai saat ini masih digunakan. Utamanya saat Rebo Wekasan. Beberapa makam yang terdapat di sekitar masjid menurut Fatkhur bukanlah orang sembarangan.

Ditengarai mereka merupakan pengikut atau rekan Arya Penangsang. Beberapa bentuk nisan yang berbeda disinyalir merupakan kasta orang yang meninggal kala itu.

“Kedelapan item tadi berbeda-beda masanya. Yang termasuk peninggalan masa Arya Penangsang dan Sunan Kudus itu gapura, saka papat, mustoko masjid, sumur, mihrab, dan makam,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk mimbar khotbah belum diketahui secara pasti peninggalan masa siapa. Sedangkan untuk prasasti Al Ma’mur menurutnya merupakan peninggalan di masa Sayid Ndoro Ali Al Idrus.

Sejauh ini Masjid Jami Wali Al-Ma’mur sudah direnovasi sebanyak dua kali. Yakni renovasi skala besar di 1917 oleh Sayid Ndoro Ali Al Idrus. Sedangkan yang kedua di 2017.

Kegiatan Rebo Wekasan juga masih digelar. Yakni setiap malam Rabu terakhir bulan Safar. Untuk tahun ini jatuh pada 5 Oktober.

“Semenjak 2009 kami bekerja sama dengan Disbudpar Kudus yang kegiatannya berupa pentas seni, bazar, gebyar Rebo Wekasan yang pelaksanaannya sepekan sebelum Rebo Wekasan,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...