Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dana Klaim Rumah Sakit Penanganan Covid-19 di Kudus Mulai Tak Lancar

Petugas Administrasi di RS Aisyiah Kudus tengah mengecek data pasien dengan mengenakan APD. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Biaya klaim rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus mulai tak lancar. Pihak rumah sakit pun kembali khawatir akan mengganggu perputaran uang untuk operasional rumah sakit.

Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dr Pujianto mengatakan, klaim biaya penanganan pasien Covid-19 di rumah sakitnya mulai tidak lancar sejak bulan November 2020 lalu.

Puji mengatakan, pihak rumah sakit, terakhir kali menerima klaim pada November 2020 lalu. “Itu pun baru 50 persen saja,” kata Puji, Jumat (5/3/2021).

Sementara untuk biaya klaim mulai bulan Desember 2020 hingga bulan Februari 2021 ini, Puji mengatakan belum ada kejelasan terkait hal tersebut. “Untuk nominalnya, kami lupa rincinya,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungapkan oleh Juru bicara RS Aisyiah Kudus dokter Agus Prasetyo. Terakhir kali dicairkan adalah pada bulan September 2020 lalu. Dengan nominal sebesar Rp 1.508 miliar.

Untuk nominalnya sendiri, kata Agus, mencapai Rp 3,6 miliar. Sementara untuk bulan Januari hingga Febuari 2018, kini tengah direkap.

“September sudah terbayarkan, namun selebihnya bulan Oktober hingga Desember sudah kami laporkan namun belum ada tanggapan dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Agus menambahkan, keterlambatan pencairan klaim memang mengganggu cash flow operasional rumah sakit. Terlebih biaya penunjang Alat Perlindungan Diri (APD) juga lumayan banyak.

“Jadi cukup khawatir juga cash flow rumah sakit terganggu nanti, apalagi jumlah pasien biasa atau noncovid juga menurun,” kata dia.

Walau demikian, pihak rumah sakit bisa sedikit lega apabila progam dana talangan penanganan Covid-19 dari Bank Syariah Indonesia bisa dipergunakan. Terlebih, jumlah pasien corona yang dirawat di RS Aisyiah juga mengalami penurunan.

“Dari kami berencana untuk menggunakan dana talangan, jika memang bisa, akan sangat membantu,” tandasnya.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum (RSUD) Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar juga menerangkan hal yang sama. Pihaknya berharap, klaim biaya penanganan Covid-19 bisa segera dicairkan.

“Di kami untuk pencairan terakhir di bulan November, tapi untuk nominal kami lupa,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...