Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kondisi Museum Patiayam Kudus Memprihatinkan, Banyak Kerusakan Hingga Bangunan Miring

Kerusakan pada Bangunan Museum Purbakala Patiayam, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Bangunan Museum Purbakala Patiayam Kudus yang berada di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, sangat memprihatinkan. Bangunan yang digunakan untuk wisata edukasi sekaligus menyimpan ribuan fosil tersebut kini sudah terlihat rusak.

Dari pantauan MURIANEWS, keramik di lantai satu ruangan yang digunakan untuk mendisplay fosil purbakala terlihat sebagian sudah hancur. Sekat gypsum juga sudah nampak bolong.

Bahkan pondasi bagian belakang bangunan terlihat ambles dan membuat bangunan tersebut retak. Terlihat pula akibat pondasi yang ambles bangunan tersebut juga nampak agak miring ke timur, hingga membuat sejumlah pilar penyangga yang berada di depan bagunan mulai retak.

Petugas Museum Purbakala Patiayam Moh Jamin mengatakan, sudah empat tahun yang lalu bangunan tersebut mulai rusak. Pondasi bagunan ambles bahkan menurutnya sudah hampir separuh dari bangunan sehingga sejumlah bangunan pun sudah mulai retak-retak.

“Posisinya sudah agak miring kalau diamati jadi rawan. Pada 2013 bangunan ini dibangun hanya lantai satu, tapi tak lama kemudian dibangun lagi menjadi dua lantai,” katanya, Jumat (5/3/2021).

Salah satu kerusakan di Museum Purbakala Patiayam, Kudus yang mengalami kerusakan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Sejumlah pengunjung pun, lanjut dia, banyak yang komplain soal kerusakan yang ada pada bangunan Museum Purbakala Patiayam. Dan bangunan tersebut pun dinilai beberapa tahun ke depan sudah tak mampu lagi menampung fragmen atau fosil yang setiap tahunnya rata-rata bertambah 1.000 hingga 1.500 fragmen.

“Kami punya buku kesan dan keluhan, itu ada yang mengisi mengkomplain soal bangunan yang rusak. Ini juga perlu diperluas untuk bisa menampung temuan fragmen purbakala yang terus bertambah setiap tahunnya. Ini sudah mulai penuh, prediksi saya lima tahun lagi sudah tidak bisa menampung,” jelasnya.

Sementara Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Lilik Ngesti juga tak menampik bahwa bangunan Museum Situs Purbakala Patiayam memang sudah rusak semenjak beberapa tahun terakhir.

Kondisi kerusakan yang cukup parah dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan pengunjung. “Memang itu sangat mendesak untuk dibangun lagi,” katanya Jumat (5/3/2021).

Ia pun berharap kepala daerah Kabupaten Kudus bisa mengkaji bangunan Museum Purbakala Patiayam yang kondisinya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Terlebih, bangunan tersebut memiliki cerita nilai sejarah bahwa Kudus memiliki kawasan situs purbakala.

Terpisah, Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Kabupaten Kudus Yusron menjelaskan, pihaknya tidak memiliki anggaran untuk pembangunan fisik. Hanya saja, memang ada anggaran untuk operasional yang bersumberkan dari APBD.

“Keseluruhan Rp 500 juta untuk tiga tempat yakni Museum Kretek, Museum Patiayam dan Taman Budaya. Itu untuk pembelian sarpras, ATK. Kalau untuk pembangunan fisik penuh kami belum ada,” ungkapnya.

Sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 1,2 miliar untuk penggunaan non fisik bagi dua museum yakni Museum Patiayam dan Museum Kretek.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...