Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Curah Hujan Menurun, Puluhan Hektare Sawah di Kudus Masih Tergenang Banjir

Tanaman padi di Desa Setrokalangan Kudus yang terendam banjir. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Puluhan hektare areal persawahan di Kabupaten Kudus hingga awal Maret 2021 ini masih terendam banjir, walau curah hujan menurun. Akibatnya, banyak petani yang beum bisa memulai penanamannya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto merincikan, sejumlah daerah tersebut di antaranya di Desa Temulus di Kecamatan Mejobo, dan Desa Karangrowo, Undaan Lor, dan Ngemplak di Kecamatan Undaan.

“Saat ini data yang areal sawah yang masih tergenang berkisar di 827 hektare,” katanya, Jumat (5/3/2021).

Catur menyebut, jumlah tersebut bisa saja berubah. Hal tersebut dikarenakan sebagian genangan mulai ada yang surut. “Karena kemarin ada bantuan mesin pompa untuk menyedot genangan banjir,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Temulus Suharto mengatakan, di wilayahnya kini memang masih ada sejumlah areal persawahan yang tergenang banjir. Walau kini, debit air sungai setempat mulai menurun sehingga tidak terjadi limpasan.

“Cuman areal persawahan yang tergenang masih cukup banyak, baik sawah padi maupun tebu,” katanya.

Khusus areal persawahan sendiri, mulai tergenang sejak bulan Desember 2020 ketika baru ditanami. Hal tersebut dikarenakan mayoritas areal persawahan yang ada di Desa Temulus memang daerah rendah dan berawa.

“Saat ini bisa mencapai 45 hektare, sedangkan tanaman tebu bisa mencapai 60-an hektare dan mayoritas belum bisa dipanen karena tergenang air,” tandasnya.

Dinas Pertanian dan Pangan Kudus sendiri pernah menghitung potensi kerugian yang dialami petani selama banjir melanda Kabupaten Kudus. Jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 20 miliar.

Potensi kerugian tersebut, berasal dari 3.010 hektare tanaman padi petani yang puso setelah lama tergenang banjir.

Besar kecilnya potensi kerugian disesuaikan dengan umur tanaman. Dengan rincian tanaman kurang dari 60 hari kerugian per hektare berkisar Rp 7,5 juta, sedangkan usia tanaman lebih dari 60 hari potensi kerugiannya bisa mencapai Rp 15 juta.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...