Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Bebatuan Mirip Struktur Candi Ditemukan di Kajar Kudus

Tangkapan layar video bebatuan tinggi yang diduga candi Desa Kajar, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Beredar sebuah video yang memperlihatkan tumpukan bebatuan yang mempunyai struktur mirip candi. Dalam video yang berdurasi 25 menit tersebut batuan tersebut nampak begitu tinggi dan berada di area lereng pegunungan.

Dari Informasi yang beredar ada juga yang menduga tumpukan bebatuan itu merupakan candi peninggalan dari Kerajaan Kalingga.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Lilik Ngesti mengatakan, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut pada akhir 2020 lalu melalui media sosial. Tumpukan batu tersebut berada di lereng Pegunungan Muria di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Namun, hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti di mana letak titik kordinat tepat tumpukan bebatuan tersebut berada.

“Agar tahu pastinya itu candi atau tidak perlu ada kajian dari ahli seperti dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan mendatangkan ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Apakah itu cagar budaya atau tidak, apalagi peninggalan dari kerajaan kami belum tahu karena proses kajian itu tidak hanya sebentar,” katanya, Kamis (4/3/2021).

Sementara Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan (Rahmuskala) Disbudpar Kudus Mitta Hermawati menyebut,dari analisa awal berdasarkan video dan konsultasi dengan ahli arkeologi, bebatuan tersebut diduga berasal dari proses alam. Yakni berasal dari lahar letusan Gunung Muria.

“Analisa awal itu bentukan alam, natural, zaman dulu ada gunung meletus lahar panas dan batu yang menjadikan bebatuan jadi seperti itu. Kalau itu candi batunya tidak berbentuk seperti itu, ada strukturnya, kalau itu (di video) batu besar ada kaya geretan ukiran,” ungkapnya.

Jadi, lanjut dia, bebatuan tersebut belum tentu sebuah bangunan candi. Namun, tak menutup kemungkinan bebatuan tersebut bisa juga merupakan bagian dari candi peninggalan Kerajaan Kalingga.

Apalagi saat ini beberapa benda peninggalan Kerajaan Kalingga banyak ditemukan di sekitar Muria namun di wilayah Jepara.

“Memang masih banyak kemungkinan, perlu waktu panjang dan sejumlah ahli untuk meneliti itu. Sebelum ada ahli yang meneliti memang belum bisa dipastikan bagunan yang diduga candi itu memang benar-benar cagar budaya atau tidak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Kajar Bambang TS mengatakan, masyarakat di desanya banyak yang menyebut bebatuan tersebut dengan sebutan batu ketan. Pihaknya pun menduga bebatuan tersebut ada lantaran terjadi karena proses alam saat gunung meletus.

“Batu itu warga sini (Desa Kajar) banyak yang nyebut watu ketan (batu ketan). Sepertinya itu karena proses alam, di bawahnya juga ada serpihan-serpihan batu banyak,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...