Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Rapat Pansus Penyertaan Modal Perumda Jepara Diwarnai Walk Out Pimpinan Rapat

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Jepara – Rapat Panita Khusus (Pansus) Pembahasan mengenai Perda Penyertaan Modal Perumda Jepara, diwarnai dengan aksi walk out dari beberapa anggota DPRD Jepara. Akibatnya, rapat oansus ini dipastikan deadlock, mengingat yang melakukan walk out salah satunya adalah Ketua Pansus Perda Penyertaan Modal Perumda Jepara, Nur Hidayat (Nasdem).

Ketua Pansus Perda Penyertaan Modal Perumda Jepara, Nur Hidayat sendiri membenarkan kejadian ini. Sebagai Ketua Pansus, dalam hal ini dirinya memang menjadi Ketua (Pimpinan) sidang.

Menurutnya, pada pembahasan tersebut, forum Pansus berkembang tidak dengan menggunakan logika dalam pengambilan keputusannya. Sehingga dirinya bersama Latifun (Demokrat), Patenak (Nasdem) dan Sutrisno (PDI P) memilih walk out dari Rapat Pansus tersebut.

Keputusan walk out itu menurutnya satu-satunya cara yang bisa dilakukannya, untuk menghindari pengambilan keputusan yang tergesa-gesa. Dirinya pada Rapat Pansus tersebut meminta agar Perumda Jepara bisa menyampaikan laporan keuangan, kinerja usaha dan kondisi pengelolaan Perumda Jepara pada saat ini.

Pihaknya merasa perlu untuk mendapatkan penjelasan mengenai hal itu, karena penyertaan modal harus didasarkan pada gambaran-gambaran yang jelas. Sebab dalam hal ini berkaitan dengan uang rakyat yang akan disertakan sebagai modal usaha. Namun permintaannya ini tidak bisa diberikan oleh pihak Perumda Jepara.

“Pendapat saya, Mas Latifun, Pak Patenak, dan pak Tris (Sutrisno) tidak diterima forum, sementara forum tidak menggunakan logika dalam mengambil keputusan. Jadi saya pilih walk out karena saat itu hari tetakhir pembahasan dan akan berujung voting. Jika voting jelas kami kalah, sementara yang ngotot memberikan penyertaan modal jumlahnya lebih banyak dan tidak berdasarkan logika dan data kinerja (Prumda-red). Jadi biar sekalian tidak ada keputusan mas,” ujar Nurhidayat, Kamis (4/3/2021).

Nurhidayat juga menegaskan, dalam proses pembahasan sebelumnya, ada sesi konsultasi ke Kemendagri terkait masalah ini. Dari konsultasi yang dilakukan di Kemendagri Tim Pasnsus juga sudah mendapatkan saran dan rekomendasi.

Kemendagri meminta agar tidak sekali-sekali memberikan penyertaan modal, jika Perumda yang terkait dalam kondisi yang tidak bagus. Jadi perlu dipastikan lebih dulu semua aspek yang ada di Perumda.

Dalam hal ini pihaknya juga perlu menyatakan sikap politik yang berpihak pada masyarakat, untuk menyelamatkan keuangan daerah. Pihaknya meminta agar diberikan penjelasan mengenai data Perumda, rencana bisnisnya, laporan pertanggung-jawabannya, dan lainnya, sebagai acuan penilaian kinerja Perumda dan PDAM Jepara. Sehingga bisa dibahas layak apa tidak Perumda dan PDAM Jepara ini mendapatkan penyertaan modal.

“Meski kami sudah meminta agar dijelaskan, direksi Perumda dan PDAM Jepara ternyata tidak juga memberikan data akurat, komplit. Sehingga semuanya masih belum jelas. Jadi pilihan Walk-out adalah salah satu bentuk keterlibatan politik, bukan sebaliknya. Saya lebih mengutamakan menyelematkan dana rakyat daripada menguap tak jelas. Hal ini juga dibenarkan dalam setiap pembahasan di DPRD,” tambah Nurhidayat.

Sementara itu secara terpisah, Direktur Utama Perumda Jepara, Nurkholis saat dikonfirmasi mengenai hal ini menyatakan tidak bisa berkomentar banyak. Namun pihaknya membantah jika pihaknya tidak bersedia memberikan laporan dan data-data yang diinginkan oleh anggota DPRD Jepara.

Pada saat rapat pembahasan, pihaknya memang belum siap memberikan laporan lantaran masih menunggu hasil audit dari Kantor Audit Publik (KAP)yang sedang dilakukan.

“Mohon maaf mas, bukannya kami tidak mau memberi data laporan yang diminta. Tapi memang pada saat Rapat Pansus itu, kami belum bisa menyampaikan laporan yang dimaksud. Namun kami ingin menyampaikan laporan yang sesuai dengan hasil audit dari KAP yang sedang berlangsung. Dalam Minggu depan sudah siap. Jadi, kami ingin menyampaikan laporan yang sudah didasarkan dari hasil audit. Demikian,” ujar Nurkholis memberikan konfirmasi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...