Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Beradar Kabar BLT UMKM Dilanjut Bulan Ini, Begini Jawaban Pemkab Jepara

Warga menunjukkan pecahan uang rupiah. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Jepara – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dikabarkan akan kembali dijalankan Pemerintah. Dari informasi yang berkembang, program BLT untuk UMKM ini akan cair per Maret 2021.

Namun, besaran dana yang akan disampaikan tidak sama dengan tahun 2020 lalu. Tahun lalu, bantuan untuk UMKM diberikan sebesar Rp2,4 Juta, namun tahun ini jumlah BLT yang diberikan hanya Rp 1,2 Juta. Lantas bagaimana kebenarannya?

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Jepara, melalui Perlindungan dan Pendampingan Usaha, Arifin, menyatakan sampai sejauh ini pihaknya belum mendapatkan surat resmi terkait hal tersebut. Terutama terkait dengan pendaftaran untuk penerima BLT UMKM yang dimaksud.

Kendatipun, sudah ada kabar bahwa pendaftaran untuk program tersebut akan dibuka pada Maret ini, namun pihaknya belum bisa menyampaikan statemen apapun, karena memang belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat.

”Kalau soal itu, kami belum bisa memastikan. Sampai saat ini kami malah belum dapat surat resmi dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jadi kami masih menunggu kebijakan resminya,” ujar Arifin, Kamis (4/3/2021).

Dijelaskannya, untuk tahun 2020, memang ada bantuan untuk UMKM yang disalurkan pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM. Dalam program ini, pada tahun 2020 lalu, ada 136 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Jepara yang didaftaran sebagai penerima BLT UMKM.

Namun dari  jumlah yang disampaikan ke Kementerian Koperasi dan UMKM, akhirnya hanya sekitar delapan ribu UMKM di Jepara yang menerima bantuan program ini.

Menurut Arifin, hal itu bisa saja terjadi karena beberapa hal. Di antaranya adanya kesalahan dalam administrasi pendaftarannya, dalam hal ini keliru dalam mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau penulisan nama. Di luar itu, pendaftar yang masih memiliki masalah keuangan di perbankan juga tidak bisa menerima bantuan dalam program ini.

“Untuk program BLT UMKM tahun 2020 sendiri, pelaksanaannya sudah berakhir. Pencarian paling akhir untuk program 2020 sudah dilakukan pada 18 Februari 2021 lalu. Jadi untuk program BLT UMKM Tahun 2020 sudah clear. Dalam hal ini kami juga hanya bertugas mengkoordinir saja, sedangkan untuk pendaftaran dilakukan oleh Pemerintah Desa masing-masing,” tambahnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...