Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Masih Pandemi, Boyong Grobog Hari Jadi Grobogan Dilangsungkan Sederhana

Rangkaian tradisi boyong grobog yang digelar Pemkab Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Ritual rutin tahunan berupa kirab boyong grobog kembali digelar, Rabu (3/3/2021). Meski demikian, dalam pelaksanaannya dilangsungkan sederhana karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Kirab boyong grobog ini biasa dilangsunkan sehari menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan yang jatuh pada tanggal 4 Maret. Untuk tahun 2021 ini merupakan peringatan hari jadi yang ke-295.

Acara kirab boyong grobog tetap dimulai dari Kantor Kelurahan Grobogan, hingga ke pendapa kabupaten di Purwodadi yang jaraknya sekitar 10 km. Hanya saja, kirab kali ini menggunakan mobil.

Ada empat mobil yang melaksanakan kirab. Mobil paling depan dinaiki Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Sedangkan mobil di belakangnya berisi grobog, benda-benda bersejarah dan beberapa pengiring. Setelah sampai di pendapa, dilangsungkan acara potong tumpeng dan doa bersama.

Prosesi boyong grobog ini merupakan gambaran ketika terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan. Tepatnya, dari Kecamatan Grobogan pindah ke Kecamatan Purwodadi sampai saat ini.

Grobog itu sendiri merupakan sebuah kotak kayu berukuran sekitar 1×1 meter yang dulunya diisi dokumen pemerintahan.

Pada edisi sebelumnya, pelaksanaan kirab berlangsung meriah. Bupati dan para pejabat biasanya melaksanakan kirab dengan naik kereta kuda. Di sepanjang jalan, kirab boyong grobog ini selalu disambut ribuan warga.

“Untuk boyong grobog tahun ini memang kita gelar secara sederhana sekali karena masih ada pandemi. Selain sederhana, pesertanya juga kita batasi untuk mencegah adanya kerumunan,” kata Bupati Sri Sumarni.

Ia berharap agar momentum hari jadi ini dijadikan sarana untuk berbenah. Yakni, membenahi semua kekurangan yang masih terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.

“Usia Kabupaten Grobogan saat ini sudah hampir 300 tahun atau tiga abad. Sejauh ini, sudah banyak prestasi yang kita dapat. Baik di level Jawa Tengah maupun nasional,” katanya.

Meski demikian, Sri meminta agar semua prestasi yang sudah diraih itu tidak membuat semua pihak puas diri. Sebab, tantangan kedepan dirasa bakal semakin berat.

Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak agar prestasi yang diraih Kabupaten Grobogan bisa meningkat lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...