Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Bayar Insentif Nakes, Jepara Butuh Dana Rp 31,8 Miliar

Ilustrasi; Anggota DPRD Jepara melakukan swab belum lama ini. (MURIANEWS)

MURIANEWS, Jepara – Pemkab Jepara saat ini diketahui membutuhkan dana Rp 31,8 miliar untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Jumlah tersebut guna membayar insentif 800 nakes sejak Oktober-Desember 2020 dan selama tahun 2021.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Moh Ali menyatakan, untuk insentif Oktober sampai Desember 2020 jumlahnya sekitar Rp 4,8 miliar. Sedangkan untuk tahun 2021, secara keseluruhan jumlahnya diperkirakan akan mencapai kurang lebih Rp 27 miliar.

“Nanti mungkin akan ada refocusing anggaran. Kami usulkan di sana,” katanya.

Selain refocusing, lanjutnya, rencananya besaran insentif nakes yang akan dibayarkan nilainya berkurang 50 persen dari sebelumnya. Misalnya, dokter spesialis yang sebelumnya menerima insentif Rp 15 juta, hanya akan menerima Rp 7,5 juta.

Begitu juga dengan dokter, perawat, bidan, dan nakes lainnya juga berkurang separuh. Dokter umum dan gigi menjadi Rp 5 juta, perawat dan bidan Rp 3,75 juta, lalu nakes lainnya yang semula Rp 5 juta menjadi Rp 2,5 juta.

Hanya saja, terkait kapan insentif ini dibayarkan, Moh Ali menyatakan masih belum bisa memastikan. Dalam prosesnya nanti akan ada mekanisme persetujuan dari Bupati Jepara dan DPRD Jepara. Sejauh ini, terkait masalah ini baru akan dirapatkan dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Setelah itu baru akan dibahas bersama dengan DPRD Jepara.

Sementara itu, Kepala DKK Jepara, Mundrikatun, mengatakan pihaknya masih akan menghitung jumlah pasti berapa Nakes yang akan menerima insentif. Sebab, usulan nakes yang menerima insentif setiap bulan bisa berubah-ubah. Pihaknya masih akan melakukan proses untuk bisa mencairkan dana insentif ini.

“Semua masih dalam proses. Ditunggu saja. Kami masih terus mengurus masalah insentif ini. Mudah-mudahan bisa segera disampaikan kepada para Nakes,” ujar Mundrikatun.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...