Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sembilan Mahasiswa UMK Belajar Bersama CBSUA Filipina Selama Satu Semester

Mahasiswa CBUA yang akan diajar oleh dosen dari UMK. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali melaksanakan pertukaran pelajar atau transfer kredit dengan Central Bicol State University of Agriculture (CBSUA) Filipina. Ada sembilan mahasiswa UMK yang akan diajar oleh dosen CBSUA dan sembilan mahasiswa CBSUA akan diajar oleh dosen UMK selama satu semester.

Ketua Kantor URUSAN INTERNASIONAL (KUI) UMK Mutohhar mengatakan, mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Dari pogram studi PBI  mahasiswa yang mengikuti yakni Fadhilah Alfatikhah, Selvi Rahmawati, Oky Adinda, Alfina Hidayati, dan Nurani Ayu Febriana. Mereka bertukar belajar dengan Czarina J. Zaldua, Ricky Aala, Rica Mae Bacinal, Jimel nacario, dan Katrina Loi Yu dari CBSU.

Kemudian dari program studi PGSD yakni Hanik Nurisa, Desma Candrasari, Qonitat Qurrotaayyun, dan Anggun Rizqi Wijayanti yang akan bertukar dengan Rizalyn P. Borja, Mark Gil J. B. Bustarga, John Llyod R. Casin, dan Carolyn C. Arpon.

Rektor UMK Prof Darsono mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kerja sama dengan CBSUA yang sudah terjalin dan sudah dilaksanakan, salah satunya kegiatan transfer kredit.

Dengan ini,  mahasiswa bisa kuliah di kampus lain di luar negeri.  ”Ini salah satu wujud Kampus Merdeka yang dicanangkan pemerintah,” katanya, Rabu (3/3/2021).

Kampus merdeka, lanjut dia,  memungkinkan mahasiswa untuk bebas memilih program studi lain atau universitas lain. Seperti transfer kredit atau pertukaran pelajar yang dilakukan antara UMK dengan CBSUA.

Sementara itu, Presiden CBSUA Alberto N. Naperi, DPA mengatakan, dalam masa pandemi ini, masih ada peluang untuk melakukan inovasi. Sehingga program transfer kredit tetap bisa dijalankan, walaupun secara daring.

Pihaknya mengaku senang dengan adanya pelaksanaan kegiatan internasional tersebut bisa berjalan, bahkan bisa berlanjut ke tahap dua walaupun masih pandemi. ”Kami senang ini tetap berjalan, persiapan sudah komplit,” terangnya.

Menurutnya, selama pandemi memang harus dibutuhkan inovasi dan tidak boleh berhenti bermimpi untuk menciptakan mahasiswa yang unggul. Ia berharap program ini akan terus berjalan dan bisa dilaksanakan secara tatap muka, agar mahasiswa bisa merasakan suasana bahasa dan budaya yang berbeda secara langsung.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...