Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Budiaya Lele Sistem Bioflok Dikenalkan di Jepara, Keuntungannya Menggiurkan

Salah satu kelompok tani pembudidaya ikan lele dengan sistem bioflok panen raya belum lama ini. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Direktoral Jenderal Perikanan Budidaya, melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara mulai mengenalkan tehnologi budidaya ikan lele sistem Bioflok kepada masyarakat.

Hal itu dilakukan lantaran usaha budidaya  ikan lele secara ekonomis sangat menguntungkan. Selain itu ikan lele ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tidak memerlukan perawatan yang rumit, dan juga merupakan penghasil protein yang tinggi mencapai 15-19 persen.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan bahkan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,4 miliar untuk membantu masyarakat dalam usaha budidaya ikan lele ini. Bantuan yang diberikan di antarannya berupa  benih ikan lele, oakan, obat-obatan dan vitamin serta peralatan operasional.

Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo menyatakan, pada Tahun Anggaran 2020 lalu, bantuan pemerintah dalam program ini sudah disalurkan ke lima Kabupaten di Jawa Tengah. Masing-masing di Kabupaten Jepara sebanyak tiga paket, yang diterimakan ke Pokdakan (Kelompok Budidaya Ikan)  Mina Taruna, Pokdakan Mina Mulia, dan Bumdes Lestari.

Kemudian di Kabupaten Kudus satu paket untuk Pokdakan Mulya Jaya, dan satu paket lagi untuk Pondok Pesantren Al-Madinah di Kabupaten Grobogan, serta di Kabupaten Blora sebanyak satu paket yang diterimakan ke PondokPesantren Al-Fatah Blora. Satu paket bantuan lainnya diterimakan untuk Pokdakan Lele Jaya di Kabupaten Pati.

“Tahapan kegiatan penyaluran bantuan ini, dimulai pada bulan Juni sampai Desember 2020. Progres kegiatan sudah berjalan 100 persen. Penebaran benih dilakukan di tujuh lokasi mulai tanggal 11 sampai dengan tanggal 14 Desember 2020. Jumlah total benih lele yang disampaikan mencapai 168.000 ekor. Masing-masing kelompok menerima 24.000 ekor benih dengan ukuran 6-7 sentimeter.  Awal sampai akhir Maret 2021 ini sudah siap dipanen,” ujar Sugeng Raharjo, Rabu (3/3/2021).

Sebelumnya, dalam program ini juga dilaksanakan kegiatan BimbinganTeknis (Bimtek) bagi penerima bantuan. Kegiatan Bimtek budidaya ikan lele sistem bioflok dilaksanakan pada tanggal 23-24 November 2020 di Hotel Sekuro Village Beach Mlonggo Jepara. Kegiatan ini diikuti oleh tiga orang perwakilan dari masing-masing penerima bantuan, penyuluh perikanan dari lima Kabupaten dan Tim Tehnis dari BBPBAP Jepara.

“Masih dalam rangkaian kegiatan Bimtek, juga dilakukan kegiatan Field Trip atau kunjungan lapangan budidaya ikan lele di lokasi Kebun Lele Farm Desa Besito, Dawe, Kudus. Dari kunjungan ini diharapkan para pihak yang terlibat dalam program ini mendapatkan gambaran dengan jelas  mengenai kegiatan yang dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya sendiri, Kami dari BBPBAP Jepara juga melakukan pendampingan tehnis pemeliharaan, pengawasan, pengendalian penyakit, panen dan paca panen.

Salah satu kelompok penerima bantuan asal Jepara, Pokdakan Taruna Desa Bakalan, Jepara, bahkan sudah melakukan panen raya, pada awal Maret 2021 ini. Dari media pemeliharaan sebanyak 8 unit dengan kontruksi bak plastiki diameter 3 m, mampu memanen sebanyak 2,7 ton.

Dengan masa pemeliharaan selama 75 hari atau 2,5 bulan, mereka mampu didapatkan ikan lele dengan ukuran size 6-8 (1 kg isi 6-8 ekor) atau dengan berat rata-rata 125-167 gram/ekor. Dengan harga penjualan Rp 17 ribu /kg, maka total nilai penjualannya mencapai Rp 45,9 juta. Keuntungan bersih yang didapat adalah Rp 13,5 juta dalam 2,5 bulan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...