Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tiga Pekan Berturut-turut Tak Ada Kabupaten-Kota Zona Merah di Jateng

Ilustrasi. (Pixabay)

MURIANEWS, Semarang – Kabar baik muncul dari penanganan Covid-19 di Jawa Tengah. Selama tiga pekan berturut-turut, tidak ada kabupaten/kota di provinsi ini yang berstatus zona merah atau risiko tinggi penyebaran corona.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, grafik kasus aktif di 35 kabupaten/kota di Jateng terus mengalami penurunan.

“Kalau dilihat dari sisi epidemologi, zona resiko tinggi pada 7 Februari ada 5 kabupaten di Jateng. Tapi pada pekan setelahnya sampai hari ini tidak ada satupun zona merah di 35 kabupaten/kota,” kata Ganjar usai memimpin rakor penanganan Covid-19, Selasa (2/3/2021).

Tak hanya itu, jumlah zona merah di tingkat Kecamatan dan kelurahan yang ada di Jawa Tengah juga terus menurun. Dari data yang ada, awalnya terdapat 25 kecamatan masuk zona merah pada 7 Februari, namun pada 14 Februari turun jadi 10 kecamatan dan pada 21 Februari hanya 4 kecamatan masuk zona merah.

“Begitu juga di desa, pada 7 Februari ada 158 desa masuk zona merah, turun jadi 98 pada 14 Februari dan turun lagi jadi 30 pada 21 Februari. Artinya apa, saya melihat kondisi ini bagus, dan PPKM mikro berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, angka kasus harian juga terus mengalami penurunan. Per hari ini, jumlah kasus baru harian tertinggi di Banyumas dengan 52 kasus, Jepara 26 kasus, Klaten 23 kasus, Boyolali 22 kasus dan Kota Semarang 17 kasus.

”Bahkan di daerah lain seperti Wonogiri, Rembang, Kota Tegal, Salatiga dan Cilacap tidak ada penambahan kasus,” jelasnya.

Untuk kasus aktif juga terus menurun, dengan kasus tertinggi di Kota Semarang 508 kasus, diikuti Banyumas 466 kasus dan Cilacap 326 kasus.

“Tempat isolasi juga sepi, di Donohudan saja sekarang hanya terisi 22 orang. Artinya selama satu tahun evaluasi kami, semuanya menunjukkan penurunan bagus sambil kami genjot upaya vaksinasi dan minta semua Kabupaten/Kota mengawal agar semuanya lancar,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, Recovery Rate (RR) di Jawa Tengah per 28 Februari sudah mencapai 89,49 persen. Sementara Case Fatality Rate (CFR) juga tidak ada kenaikan, masih di angka 6,18 persen.

Begitu juga tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga terus mengalami penurunan. Dari total 8.912 tempat tidur isolasi di rumah sakit, saat ini hanya terpakai 2661.

”Sementara tempat tidur ICU dari total kapasitas 1.087, saat ini hanya terpakai 398,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...