Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ruang Isolasi Covid-19 Dua Rumah Sakit Rujukan di Kudus Mulai Lega

RSUD Loekmono Hadi Kudus (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dua rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus berangsur kosong awal Maret 2021 ini. Hal tersebut, dikarenakan jumlah pasien corona yang membutuhkan perawatan kini berangsur menurun.

Dua rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus yang merupakan RS rujukan penanganan lini pertama dan Rumah Sakit Mardi Rahayu yang merupakan RS rujukan lini dua.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar mengatakan, mulai pekan ini, pihaknya akan menonaktifkan Ruang Melati II untuk perawatan pasien corona. Hal tersebut dikarenakan jumlah pasien positif corona kini mulai alami penurunan.

Penurunan sudah mulai terlihat sejak pertengahan Januari 2021 kemarin.  “Kami menyediakan setidaknya 134 tempat tidur, namun kini kami hanya merawat 31 pasien saja,” ucap Aziz, Senin (1/3/2021).

Selain Ruang Melati II, Ruang Dahlia II dengan kapasitas 36 tempat tidur juga turut dinonaktifkan. Untuk kemudian dua ruangan tersebut disterilisasi untuk digunakan pasien noncovid.

“Sampai saat ini baru terisi 57 persen dari total kapasitas tempat tidur. Masyarakat mungkin masih khawatir untuk menjalani perawatan di rumah sakit di masa pandemi seperti ini,” jelasnya.

Sementara Direktur RS Mardi Rahayu Kudus Pujianto menerangkan, penanganan pasien corona di RS tersebut kini dipusatkan di satu ruang perawatan, yakni Ruang Kana. Kondisi tersebut dikarenakan jumlah pasien suspek maupun positif corona yang dirawat sudah menurun.

“Dulu kami menyiapakan dua ruang, yakni Betesda kapasitasnya 40 tempat tidur dan Kana dengan kapasitas 46. Tapi sekarang kami pusatkan di Kana karena pasiennya sudah turun,” kata Puji.

Untuk jumlah pasien saat ini sendiri, lanjut dia, ada di kisaran 30 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk pasien suspek dan pasien positif Covid-19. “Sudah satu bulan ini mengalami penurunan, karena itulah kami maksimalkan di satu ruang saja,” sambungnya.

Walau demikian, jumlah keterisian tempat tidur sudah mencapai 80 persen. Kebanyakan, diisi oleh pasien noncovid. Begitu juga dengan ruangan Betesdha. “Setelah dilakukan sterilisasi, langsung terisi oleh pasien non covid, jadi langsung terisi lagi,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...