Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Temuan Jenglot di Kudus, Tanda Dunia Klenik Masih Eksis

Penemuan jenglot di Desa Burikan, Kudus. (Dok. Mamik Junaedi)

MURIANEWS, Kudus – Jenglot berjenis kelamin laki-laki ditemukan di area Makam Mbah Akasah di Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus, Sabtu (27/2/2021). Pemerhati sejarah yang juga dosen IAIN Kudus Moh Rosyid menyebut hal ini menunjukkan jika aktivitas di dunia klenik, magis, atau perdukunan masih eksis di era milenial ini.

Menurutnya, jenglot sudah ada semenjak masa kolonial yang biasanya dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk hal-hal yang bersifat gaib. Yakni sebagai media santet hingga pesugihan.

“Jenglot fenomena yang ada sejak masa kolonial. Tapi faktanya hingga masa milenial ini juga masih ada,” katanya, Senin (1/3/2021).

Biasanya, jenglot digunakan sebagai pelarian seseorang karena tidak mampu mengatasi kompetisi dan berbagai macam problematika dalam kehidupan. Semakin ketatnya persaingan di dunia nyata, akan semakin marak pula seseorang yang memanfaatkan jalan pintas melalu dunia magis.

“Seseorang primitif yang kemampuan fisik hingga nalar kurang mumpuni, biasanya yang banyak konfilk dalam hidup mencari jalan pintas di dunia magis. Adanya jenglot ini tanda dunia magis masih eksis hingga sekarang, dan itupun sebenarnya tidak bisa menyelesaikan masalah,” ungkapnya.

Di versi dunia perdukunan, lanjut dia, jenglot memiliki dua versi. Versi pertama yakni makhluk jadi-jadian yang bisa disuruh majikannya untuk ditugasi mengantar hal yang berbau magis.

Baca: Geger! Warga Kudus Temukan Jenglot saat Bersih-Bersih Makam Mbah Akasah Burikan

Versi kedua menurutnya, yakni memang benar makhluk gaib yang sedianya tidak makan nasi tapi memakan darah.

“Di dalam konteks agama kita harus mempercayai adanya hal-hal magis atau gaib sepeti jenglot itu. Namun di dalam Islam hal tersebut tidak dibenarkan, karena termasuk syirik meminta bantuan selain pada Allah,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, jenglot tersebut ditemukan di area Makam Mbah Akasah, Desa Burikan pada Sabtu (27/2/2021). Saat itu Mamik Junaedi bersama warga Desa Burikan, Supriyanto sedang bersih-bersih makam Mbah Akasah.

Jenglot yang ditemukan berukuran sekitar 15 sampai 20 sentimeter. Saat ditemukan mulut dan selakangannya jenglot berdarah. Saat ini jenglot itu telah diserahkan ke pengurus Menara Kudus.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...