Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sambut Hari Jadi, Bupati Ziarah ke Makam Leluhur Grobogan

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melangsungkan ziarah ke makam leluhur. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-295 Kabupaten Grobogan dimulai Kamis (25/2/2021) hari ini. Pada tahap pembuka dilangsungkan acara ziarah ke makam leluhur dan bupati masa lalu. Hari jadi Kabupaten Grobogan jatuh pada tanggal 4 Maret mendatang.

Ziarah dilakukan oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi beberapa perwakilan Forkopimda dan sejumlah pejabat terkait serta tokoh agama setempat.

Pelaksanaan ziarah kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena masih dalam masa pandemi. Di mana, prosesinya disederhanakan dan peserta ziarahnya juga dibatasi serta menerapkan protokol kesehatan.

Ada empat lokasi ziarah yang dilaksanakan dalam satu hari ini. Ziarah pertama dilangsungkan di makam Ki Ageng Tarub. Kemudian, dilanjutkan ke makam Ki Ageng Selo yang keduanya ada di Kecamatan Tawangharjo.

Setelah itu, ziarah berlanjut ke makam Pangeran Puger, Bupati Grobogan Pertama yang berada di Kelurahan/Kecamatan Grobogan. Terakhir, ziarah dilangsungkan di makam Ki Ageng Getas Pendowo di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi.

Dalam acara ziarah ini juga dilakukan pemberian santunan pada warga kurang mampu. Santunan diberikan secara simbolis pada beberapa perwakilan penerima guna mencegah adanya kerumunan.

“Ziarah makam para leluhur Kabupaten Grobogan sudah menjadi tradisi dalam setiap peringatan hari jadi. Tujuan dari ziarah ini adalah untuk mempertahankan tradisi dan menghormati jasa-jasa perjuangan para leluhur dan mendoakan mereka,” kata Sri Sumarni.

Ia menegaskan, peringatan momen hari jadi Kabupaten Grobogan tahun ini tetap akan dilaksanakan. Meski demikian, pelaksanaannya dilangsungkan secara sederhana menyesuaikan kondisi saat ini yang masih pandemi.

Seperti dalam acara ziarah kali ini yang dilaksanakan dengan peserta terbatas serta menerapkan protokol kesehatan.

“Ritual peringatan hari jadi tahun ini tetap kita laksanakan. Namun, dalam pelaksanaaannya diselenggarakan dengan sederhana dan peserta terbatas guna menghindari adanya kerumunan,” sambungnya.

Sri meminta agar momentum hari jadi ini dijadikan sarana untuk berbenah. Yakni, membenahi semua kekurangan yang masih terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat meski dalam suasana pandemi Covid-19.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...