Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Jembatan Lama Hanyut, Warga Anggaswangi Grobogan Bikin Jembatan Darurat dari Bambu

Warga Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong bergotong royong membuat jembatan darurat dari bambu di atas Sungai Jajar. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Puluhan warga Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong, Grobogan, melaksanakan pembangunan jembatan darurat dari bambu di atas Sungai Jajar yang melintas di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan karena pembangunan jembatan baru belum juga dilaksanakan.

Oleh sebab itu, warga terpaksa membuat jembatan darurat untuk akses transportasi. Pasalnya, keberadaan jembatan itu dibutuhkan mengingat jalur tersebut menjadi akses utama menuju desa sekitar.

Seperti diketahui, jembatan lama di Desa Anggaswangi itu sebelumnya hanyut diterjang banjir bandang pada Kamis (17/12/2020), sekitar pukul 17.15 WIB. Musibah ini terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga malam.

Jembatan tersebut membentang di atas Zungai Jajar. Jembatan yang hanyut tersebut panjangnya sekitar 15 meter dan lebar tiga meter. Akibat hanyutnya jembatan ini, aktivitas warga setempat menjadi terganggu.

Kepala Desa Anggaswangi Soekoco mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk melakukan pembangunan jembatan di Sungai Jajar di wilayah desa tersebut. Namun hingga saat ini, pembangunan jembatan baru belum terealisasi.

Soekoco menjelaskan, pihak BBWS sempat berkoordinasi dengan desa untuk pembuatan jembatan di Sungai Jajar tersebut. Saat itu, gambar konstruksi jembatan yang ditawarkan hanya mampu dilintasi kendaraan dengan kapasitas delapan ton.

“Kami meminta agar kendaraan yang bisa melintasi jembatan bisa lebih dari 15 ton. Dengan demikian, jembatan itu nantinya bisa dilewati kendaraan pengangkut hasil panen maupun material bangunan. Soalnya, jembatan ini menjadi akses utama antar desa,” katanya pada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Baca: 

Sambil menunggu dibangun jembatan baru, pihaknya bergotong royong membuat jembatan darurat dari bambu. Lokasi jembatan darurat ini berada sekitar 10 meter di sebelah timur jembatan lama yang ambrol.

“Untuk jembatan darurat ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sedangkan kendataan roda empat harus memutar lewat jalur lain. Kita berharap agar pembangunan jembatan permanen segera dilakukan agar akses warga bisa normal lagi,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...