Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kantor Gubernur Jateng Sempat Kebanjiran, Ganjar Temukan Penyebabnya

Ganjar Pranowo memeriksa kantor gubernuran yang sempat terendam banjir. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Hujan deras mengguyur Kota Semarang, Selasa (22/2) sore mengakibatkan kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang pun sempat terendam. Genangan air merendam Gedung B dan halaman parkir belakang sejak pukul 16.00 WIb dan surut 1,5 jam kemudian.

Kondisi banjir di kantor orang nomor satu di Jateng itu pun sempat viral di medsos. Malam tadi usai mengecek jalan rusak di jalur pantura timur serta progres vaksinasi di Kudus dan Pati pun langsung gerak cepat mengeceknya.

Ganjar memeriksa bagian parkir di belakang gedung B kantornya yang viral terendam banjir setinggi lutut kaki orang dewasa.

Salah satu ASN melapor jika banjir langsung surut saat tanggul pagar dari pembangunan di DPRD Jateng dijebol.

Ganjar pun langsung menuju ke area pembangunan dan bertanya pada pengelola proyek. Kepada Ganjar, pengelola proyek menyebut jika banjir diakibatkan aliran air dari arah jalan Menteri Supeno yang masuk ke kompleks Gubernuran melalui pintu belakang dekat Gedung F atau Gedung Dharma Wanita.

“ini enggak pernah sampai begini lho pak, kalau saya dengar dari penjelasan Anda, kemudian tadi tanggul kecil itu dijebol, ya airnya tidak bisa mengalir karena tanggul kecilnya itu. Saya minta selama cuaca seperti ini tidak usah ditanggul dulu,” ujar Ganjar pada pengelola proyek.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memeriksa penanganan proyek di kompleks DPRD yang diduga jadi penyebab banjir di kantor gubernuran. (MURIANEWS/Istimewa)

Ia juga mengecek Jalan Menteri Supeno dekat Masjid At-Taqwa yang juga diduga jadi sumber banjir di kantornya. Saat melihat gorong-gorong, Ganjar langsung meminta stafnya untuk menugaskan Dinas PU melakukan pengerukan.

Ganjar mengaku kaget mendapat laporan bahwa kompleks kantornya terendam banjir. Ganjar heran karena hal ini belum pernah terjadi, bahkan ketika Semarang dilanda hujan deras selama dua hari pada 6-7 Februari lalu.

“Agak aneh pada saat saya masih di Kudus, dilapori kondisi kantor banjir itu, aneh menurut saya karena di bagian parkir itu airnya enggak bisa keluar, itu impossible pasti ada yang tersumbat.,” ujarnya.

Ganjar mengatakan, dari hasil pantauannya ada dua penyebab kompleks gubernuran kebanjiran. Yakni akibat adanya tanggul dari pagar pengerjaan proyek dari DPRD Jateng dan dari saluran air di belakang kantornya yang mengalami sedimentasi.

“Maka ketahuan pembangunan gedung DPRD ini, karena ternyata antarbangunan ini sampai dengan pintu pagar di sana, di mana yang di bawah itu biasanya dipakai untuk jalur parkir termasuk seandainya air lewat itu sebenarnya sudah miring, jadi nyaris sebenarnya tidak mungkin ini banjir. Ternyata ada tanggul kecil di situ, ada tanggul kecil yang menutup antara gedung ini sampai pagar sana, jadi betul-betul air nggak punya kesempatan lewat,” tutur Ganjar.

Ganjar pun telah meminta pengelola untuk tidak membuat tanggul di areal pagar proyek. Selain itu, Ganjar juga mengecek bagian belakang kantornya dan memerintahkan Dinas PU untuk mengeruk saluran air yang terjadi sedimentasi.

“Saya khawatir enggak kelihatan itu yang masuk di sana di dalamnya tersumbat. Kalau itu sudah bisa dibolong, terus kemudian bisa di ambil sampahnya mudah mudahan lebih lancar,” ucap Ganjar.

Baca: Hujan Dua Jam, 14 Lokasi di Semarang Kebanjiran, Termasuk Gubernuran

Ganjar yang mendapat laporan bahwa Simpang Lima tergenang banjir tinggi juga langsung menghubungi BBWS Pemali-Juana dan kepala daerah setempat untuk segera mengaktifkan seluruh pompa yang ada di Kota Semarang.

“Tadi saya juga sempat kontak Wali Kota dan BBWS agar semua pompa di-onkan seluruh Semarang. Maka kurang lebih 1 jam yang Simpang Lima sudah surut,” tandasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...