Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Grobogan Ikut Perpanjang PPKM Mikro, Ini Ketentuannya

Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Pemkab Grobogan ikut melaksanakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021 mendatang. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono pada wartawan, Selasa (23/2/2021).

“Kita ikut melaksanakan perpanjangan PPKM mikro. Sebelumnya, kita sudah melaksanakan PPKM mikro dari tanggal 9 sampai 22 Februari kemarin,” katanya.

Untuk petunjuk pelaksanaannya, sudah dikeluarkan Surat Edaran Bupati Grobogan nomor 360/336/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa/Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Grobogan.

Sesuai SE tersebut, aktivitas masyarakat tetap diperbolehkan. Misalnya, Untuk pasar rakyat diperbolehkan buka sampai dengan pukul 14.30 WIB.

Sedangkan pasar yang operasionalnya malam hari boleh buka sampai pukul 08.00 WIB.

Kemudian, untuk wisata alam, religi dan buatan diperbolehkan buka dengan beberapa ketentuan. Yakni, jumlah pengunjung dibatasi 30 persen dari kapasitas, waktu operasional dibatasi dari jam 08.00-15.00 WIB dan wajib menerapkan protokol kesehatan lebih ketat.

“Untuk wisata air dan karaoke tidak dperbolehkan buka dulu dalam masa perpanjangan PPKM mikro ini. Sedangkan untuk wisata alam, religi dan buatan boleh buka dengan ketentuan yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Kemudian, untuk pusat perbelanjaan, toko swalayan, restoran, rumah makan, dan cafe diperbolehkan buka sampai dengan pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk angkringan, PKL, dan kegiatan lain yang sejenis diperbolehkan buka sampai dengan pukul 22.00 WIB.

Untuk kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring. Kemudian, untuk layanan angkutan umum tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan ada pembatasan jam operasionalnya.

“Jadi ketentuan dalam masa perpanjangan PPKM mikro ini hampir sama dengan yang tertuang dalam SE sebelumnya tentang PPKM mikro. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dalam SE bupati terbaru tersebut,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...