Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Kebut Penyedotan Banjir di Area Persawahan di Kudus

Plt Bupati Kudus HM Hartopo  meninjau lokasi pemompaan banjir di persawahan Desa Setrokalangan, Selasa (23/2/2021). (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengebut proses penmompaan area persawahan di sejumlah desa yang tergenang banjir di Kabupaten Kudus.

Salah satu yang menjadi prioritas, adalah areal persawahan di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Alasannya, adalah areal persawahan tersebut mulai digarap pada Maret 2021 mendatang dengan komoditas melon.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus mengatakan, untuk areal pertanian seluas 20 hektare di Setrokalangan, pemkab menerjunkan sebanyak 20 pompa untuk menyedot air banjir dan membuangnya di SWD 1.

“Jika ada kendala, segera dikoordinasikan dengan kami,”ucap dia saat meninjau lokasi pemompaan di Desa Setrokalangan, Selasa (23/2/2021).

Hartopo menambahkan, pompanisasi dilakukan agar para petani bisa segera memulai aktivitasnya kembali. “Kami minta Dinas Pertanian dan Pangan untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait. Kalau ada kekurangan, segera dikomunikasikan,” jelas dia.

Pembiayaan disel dari mesin sedot pompa sendiri sudah dianggarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo menuturkan, pihaknya menganggarkan sekitar Rp 20 juta untuk menyukupi kebutuhan solar pompa sedot. Angarannya, berasal dari bantuan dari BNPB.

“Bantuan dari BNPB yang senilai Rp 250 juta itu juga kami anggarkan untuk kecukupan solar,” kata dia.

Pihaknya sendiri kini turut memantau dan memonitoring proses pompanisasi. Dengan tujuan,  air genangan yang dibuang di aliran sungai, tidak menimbulkan masalah limpasan baru di daerah lainnya.

“Kami tetap memantau, jika nanti dirasa berpotensi limpasan di daerah lain maka kami koordinasikan untuk berhenti sementara,” jelas Budi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...