Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gandeng Ahli Geologi dari UPN, Ini Dugaan Sementara Amblesnya Belasan Sumur di Klaten

Pakar geologi dari UPN Yogyakarta dan BPBD Klaten melakukan kajian awal terkait penyebab amblesnya belasan sumur di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Minggu (21/2/2021). (Solopos/Taufiq SIdik Prakoso)

MURIANEWS, Klaten – Belasan sumur di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten yang tiba-tiba ambles mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dan tim ahli geologi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Keduanya bahkan sudah mengunjungi tempat amblesnya sumur-sumur tersebut. Dugaan sementara penyebab amblesnya sumur tersebut diduga karena debit air tanah tinggi sama dengan kejadian di kaki Gunung Kelud.

Sekretaris BPBD Pemkab Klaten, Nur Tjahjono mengatakan, dugaan tersebut didapat setelah ahli geologi yang pernah meneliti kejadian sama di kaki Gunung Kelud tahun 2014 di Kecamatan Pancu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur turun langsung ke lapangan, Minggu (21/2/2021) kemarin.

“Tapi ini hipotesis sementara. Penyebabnya sama karena debit air bawah tanah cukup besar,” katanya, seperti dikutip detik.com, Senin (22/2/2021).

Nur Tjahjono menjelaskan, sebelumnya BPBD memang mengirimkan surat ke UPN Veteran Yogyakarta terkait kejadian di Klaten. Hasilnya, tim pakar bersama BPBD melakukan kunjungan Minggu (21/2/2021) siang.

Dari situ, penelitian mulai digarap dengan peralatan yang ada. Dengan ada kajian ilmiah ini, ia berharap masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar dan tidak menimbulkan polemik ataupun dugaan yang berlebihan.

“BPBD hanya memfasilitasi dan tim pakar sudah mengamati lokasi. Hasilnya akan dipaparkan secara terbuka di balai desa nantinya,” ungkapnya.

Rencananya, hasil akhirnya nanti kita paparkan di balai desa. Dari keterangan awal ada sembilan sumur yang ambles dan sisanya baru gejala sehingga hipotesis awal penyebabnya sama dengan kejadian di kaki Gunung Kelud.

Bedanya, lanjut Nur Tjahjono, sumur yang ambles di kawasan Gunung Kelud terjadi hampir bersamaan dan jumlahnya mencapai 140 sumur. Penyebab kejadian di tempat tersebut yakni debit air bawah tanah besar sehingga naik dan melebihi batas normal.

“Di sana (Kelud) naiknya air ke atas melebihi batas normal maka dinding penahan sumur yang tidak kuat jadi runtuh. Untuk kejadian di Klaten masih perlu dibuktikan dengan data ilmiah lanjutan sehingga nanti bisa menjawab secara tepat agar bisa dilakukan upaya mitigasi,” ungkap Nur Tjahjono.

Kadus 2 Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Wachid Hasyim, menambahkan tim UPN sudah mengecek lokasi pada Minggu (21/2) kemarin. Tim baru melihat sumur warga.

“Dari UPN bersama BPBD sudah datang melihat lokasi sumur warga. Tapi belum mengambil sampel dan menggunakan alat,” jelas Wachid.

Menurut Wachid, rencananya peralatan akan dikerahkan pekan ini. Dia mengungkap hingga saat ini tak ada tambahan jumlah sumur yang ambles di wilayahnya.

“Yang total ambles sembilan dan lima sumur hanya gejala,” pungkas Wachid.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...