Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pandemi Bikin Pelaku UMKM di Kudus Meningkat, Sektor Makanan dan Minuman Paling Banyak

Pelaku UMKM di Kudus membuat adonan kue. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Bertambahnya angkatan kerja dan adanya pandemi Covid-19 membuat jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kudus per tahun 2020 meningkat. UMKM makanan dan minuman tercatat paling banyak.

Jumlah pelaku UMKM pada 2015 yang terdata oleh Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM Kabupaten Kudus ada 12 ribu UMKM. Data tesebut didapat dari pendataan ke lapangan.

Sedangkan pada 2020 naik menjadi 25 ribu pelaku UMKM. Namun, jumlah 25 ribu itu bukan dari pendataan ke lapangan, melainkan dari data pendaftar bantuan UMKM.

“Kami terakhir mendata ke lapangan itu  2015 lalu, ada 12 ribu pelaku UMKM. Setelah 2015 kami tidak melakukan pendataan lagi,” kata Kasi Pengembangan SDM dan Teknologi UKM Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM Kudus Bakti Tataryo, Senin (22/2/2021).

Dia menyebut, bisa saja jumlah pelaku UMKM tahun ini lebih dari 25 ribu. Sebab, menurutnya ada beberapa pelaku UMKM yang tidak mendaftar bantuan UMKM di 2020.

Menurut dia, meningkatnya angka pelaku UMKM karena angkatan kerja yang setiap tahunnya bertambah. Selain itu karena adanya pandemi Covid-19.

“Saat ini kan pandemi ada yang di PHK terus beralih buka usaha. Pencari kerja kan juga ada yang lari ke pekerjaan sektor formal ada yang sektor mandiri dengan buka usaha,” ujarnya.

Dari jumlah itu sektor UMKM makanan dan minuman paling banyak. Ditanya soal bentuk support bagi pelaku UMKM, Bakti mengatakan saat ini belum ada bantuan.

“Bentuk support kami untuk bantuan belum ada. Karena bantuan BPUM dan JPE sampai saat ini belum ada. Tapi saya berharap UMKM bisa terus eksis. Karena situasi pandemi seperti ini UMKM bisa bertahan itu sudah bagus,” terangnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...