Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pertama di Kudus, Hasil Rapid Antigen dan Swab di RS Ini Bisa Langsung ke Aplikasi eHAC

Direktur RSI Sunan Kudus dr Ahmad Syaifuddin menunjukkan aplikasi eHAC. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – RSI Sunan Kudus membuka layanan rapid antigen dan Swab PCR yang hasilnya bisa langsung terhubung dengan aplikasi eHAC. Aplikasi eHAC atau electronic Health Alert Card (eHac) merupakan Kartu Kewaspadaan.

Aplikasi ini bisa diunduh di Play Store atau Apple Store. Selain itu dapat diakses melalui inahac.kemkes.go.id. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat yang hendak berpergian lewat jalur darat, laut, dan udara tidak perlu lagi antre untuk melakukan rapid antigen maupun Swab PCR.

Sederhananya, calon penumpang yang telah melakukan tes Covid-19, baik itu rapid antigen maupun Swab PCR di fasilitas kesehatan (faskes) yang tersedia di aplikasi eHAC, pihak faskes tersebut akan mengirim hasil tes yang menyatakan negatif ke eHAC penumpang tersebut.

Alhasil, dengan adanya aplikasi eHAC ini, masyarakat cukup menunjukkan barcode ke petugas yang ada di terminal, stasiun kereta api, maupun bandara bahwa sudah melakukan rapid antigen maupun Swab PCR.

Direktur RSI Sunan Kudus dr Ahmad Syaifuddin mengatakan, saat ini di Kudus baru RSI Sunan Kudus yang sudah tertera di aplikasi eHAC. Menurutnya, RSI Sunan Kudus ditunjuk langsung oleh pemerintah.

“Masyarakat periksa rapid antigen atau Swab PCR di sini. Setelah itu hasilnya kami entry lewat Paspor Sehat. Setelah itu akan otomatis terhubung ke eHAC melalui NIK pasien,” katanya, Jumat (19/2/2021).

Dia menyebut, setibanya di bandara penumpang cukup menunjukkan barcode yang terdapat di aplikasi eHAC. Sehingga penumpang tidak perlu mengantre.

“Dari situ nanti terlihat bahwa sudah melakukan rapid antigen atau Swab PCR. Untuk yang sepuh dan tidak punya HP Android akan kami printkan dan kami serahkan juga supaya dibawa ketika akan berpergian,” ujarnya.

Dokter Ahmad Syaifuddin berharap dengan adanya inovasi ini dapat mempermudah masyarakat yang membutuhkan surat perjalanan. “Supaya lebih mudah dan praktis sehingga tidak perlu antre,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...