Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PKL Alun-Alun Kudus Bakal Direlokasi, Begini Responnya

PKL di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perdagangan akan merelokasi sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada di area Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus ke sejumlah titik.

Titik relokasi di antaranya di Jalan Pangeran Puger, Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Sunan Kudus. Alasannya, untuk keindahan tata kota di seputaran pendapa kabupaten dan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Simpang Tujuh Kudus Margono menyampaikan, mau tidak mau pedagang memang harus mematuhi kebijakan tersebut demi kebaikan bersama.

Yang terpenting, kata dia, adalah para pedagang masih diberi ruang untuk tetap berjualan. “Setuju tidak setuju, kalau demi penataan kota ya kami ikut saja. Yang penting kami masih diperbolehkan berjualan” katanya, Jumat (19/2/2021).

Sampai saat ini lanjut Margono, jumlah PKL yang berada di bawah naungan Paguyuban PKL Alun-Alun Kudus ada sebanyak 54 PKL. Sementara yang saat ini aktif berjualan berkisar di 20 pedagang saja.

“Karena memang banyak yang omzetnya turun dan memilih sementara untuk tidak berjualan,” sambungnya.

Dia sendiri, yang tiap harinya berjualan es puter mengakui jika omzetnya turun sekitar 50 persen lebih selama masa pandemi corona ini. “Tinggal 30 persen saja ini, biasanya dapat sampai Rp 700 per hari, kini paling Rp 200 ribu,” jelasnya.

Baca: PKL di Kudus Sambat ke Plt Bupati, Salah Satunya Soal Dugaan Bantuan Tak Tepat Sasaran

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyebut, pemindahan PKL alun-alun ke sejumlah jalan di Kabupaten Kudus adalah untuk penataan kota yang lebih baik. Hartopo pun mengklaim jika semua PKL sudah sepakat untuk rencana ini.

”Mereka ikut aturan pemerintah, nanti ditata yang baik, masih di kota juga lokasinya, biar dilihatnya enak, tidak banyak parkir yang bertebaran,” jelas dia.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti menambahkan, draft Peraturan Bupati terkait zonasi PKL sudah rampung dan segera diproses. Apabila telah selesai, aturan tersebut akan segera disosialisasikan.

Alun-alun sendiri menurutnya, merupakan zona larangan bagi PKL untuk berjalan. Selain itu, depan Gedung Olahraga, depan Taman Krida Wisata, serta sepanjang Jalan Jenderal Sudirman juga jadi area larangan PKL.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...