Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PKL di Kudus Sambat ke Plt Bupati, Salah Satunya Soal Dugaan Bantuan Tak Tepat Sasaran

Salah satu PKL di Balai Jagong Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah perwakilan paguyuban pedagang kaki lima (PKL) Kabupaten Kudus wadul ke Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, Jumat (19/2/2021). Mereka mengeluhkan sulitnya para PKL bertahan untuk tetap berjualan di masa pandemi.

Selain karena omzet berjualan mereka yang menurun drastis dan berpengaruh ke perekonomian hidup. Selain itu, bantuan-bantuan dari pemerintah yang acap kali tak tepat sasaran juga dilaporkan pada orang nomor satu di Kudus tersebut.

“Jadi banyak yang dapat bantuan UMKM dari pemkab, padahal mereka memiliki pekerjaan sampingan, rumahnya juga bagus,” kata Deny Sulistyo, Koordinator PKL Balai Jagong Kudus usai beraudiensi dengan Hartopo.

Deny pun mengaku, selama pandemi Covid-19 ini, pihaknya baru memulai berjualan pada 8 Febuari 2021 lalu. Selebihnya, dia memilih untuk tidak berjualan.

Selain karena sempat diberlakukannya larangan buka di Balai Jagong saat Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), sepinya masyarakat yang membeli juga jadi faktor utama.

“Pertama kali buka saja dulu saya hanya dapat Rp 46 ribu, dan semalam saya tidak menjual satu piring pun,” kata pria yang tiap harinya berjualan nasi goreng tersebut.

Pihaknya pun berharap pemerintah lebih aktif dalam membantu para pedagang-pedagang yang terdampak pandemi. Terlebih, pemkab pada tahun lalu menganggarkan sebanyak Rp 7 miliar untuk bantuan UMKM.

“Namun belum terserap semuanya atau tidak maksimal, jadi kalau bisa berharap bantuan itu bisa ada lagi dan lebih tepat sasaran,” jelas dia.

Senada, Ketua Paguyuban Alun-Alun Kudus Margono mengatakan jika hampir semua PKL mengalami penurunan omzet. Pihaknya juga berharap Pemkab lebih bisa memulihkan sektor perekonomian pada tahun ini.

“Ada banyak PKL alun-alun yang memilih untuk tidak berjualan. Harapannya ini semoga lekas pulih,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan Pemkab Kudus sendiri telah mengucurkan bantuan untuk pelaku usaha sebesar Rp 7 miliar pada tahun 2020.

“Hanya memang belum bisa terserap semua karena tenaga verifikasinya kurang,” kata Hartopo.

Sementara untuk tahun ini, apabila anggarannya masih tersedia, pihaknya akan meneruskan bantuan tersebut. Dengan sistem kuota untuk masing-masing paguyuban.

“Jadi nanti di satu paguyuban, berapa orang yang paling terdampak, itulah yang akan menerima bantuan, supaya tepat sasaran,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...