Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PPKM Mikro, Ratusan Desa di Grobogan Dipastikan Telah Bentuk Posko dan Satgas Covid-19

Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan monitoring kegiatan di posko PPKM mikro. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan monitoring kegiatan di Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang ada di desa, Kamis (18/2/2021). Ada dua posko PPKM desa yang dikunjungi. Yakni, posko di Desa/Kecamatan Godong dan Desa Mlilir, Kecamatan Gubug.

Sejumlah pejabat ikut mendampingi bupati dalam kesempatan itu. Antara lain, Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta, Kepala BPBD Endang Sulistyoningsih, Kepala Dinkes Slamet Widodo, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

“Saya ingin memastikan kesiapan desa dalam menerapkan PPKM skala mikro ini. Sejauh ini, saya melihat kalau pihak desa sudah siap melaksanakan PPKM skala mikro,” kata Sri Sumarni.

Sri Sumarni mengatakan, PPKM skala mikro di Kabupaten Grobogan sudah dilakukan sejak tanggal 9 Februari lalu. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa desa yang menyiapkan ruang isolasi mandiri bagi warga. Salah satunya adalah Desa Mlilir, Kecamatan Gubug.

Menurutnya, sebanyak 273 desa dan tujuh kelurahan yang ada di Grobogan sudah membentuk satgas dan mendirikan posko PPKM. Demikian juga di tingkat kecamatan.

“Untuk itu, saya minta agar koordinasi dari satgas penanganan covid-19 tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten bisa berjalan lebih baik lagi. Dengan demikian, jika ada laporan dari masyarakat maka bisa segera ditangani bersama,” sambungnya.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus baru positif Covid-19 tidak mengalami lonjakan. Meski demikian, Sri mengingatkan pada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir.

“Potensi penularan Covid-19 masih ada dan perlu terus diwaspadai. Masyarakat kami minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Laskanakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...