Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tak Kapok Dua Kali Dibui, Pria di Blora Kembali Dibekuk Polisi karena Edarkan Sabu

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama menanyai tersangka pengedar narkoba. (MURIANEWS/Priyo)

MURIANEWS, Blora – SH (60) alias San Aspal, warga kelurahan Mlangsen Kecamatan Blora Kabupaten Blora, kembali berurusan dengan hukum. Ia dibekuk Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Blora, karena transaksi narkoba jenis sabu.

SH sendiri diketahui sudah dua kali masuk penjara atas kasus yang sama. bahkan kasus yang terakhir, ia mendapat pembebasan bersyarat dari KemenkumHAM dan saat ini masih dalam proses pemantauan.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama dalam konferensi pers di Mapolres Blora, Kamis (18/2/2021) mengatakan, SH ditangkap di depan minimarket di wilayah Desa Kamolan, Kecamatan Blora., Senin (15/2/2021).

Polda Jawa Tengah, Senin (15/02/2021) sekira pukul 17.50 wib di jalan raya Blora Randublatung tepatnya di depan Minimarket Alfamart di wilayah desa Kamolan Kecamatan Blora. Ia ditangkap saat hendak bertransaksi.

Saat dihentikan polisi, SH sempat mencoba melarikan diri. Namun berhasil dikejar petugas. Dari hasil penggeledahan ditemukan paket sabu seberat 3,46 gram.

“Paket itu dibungkus plastik klip warna bening, kemudian dibungkus kertas tisu warna putih serta diisolasi warna bening selanjutnya dimasukkan ke dalam bungkus rokok,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika SH adalah seorang pengedar narkoba yang juga sudah dua kali masuk penjara. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal Primeir Pasal 114 ayat (1) Subsidair Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Kepada masyarakat, Kapolres Blora berpesan agar jangan main-main dengan narkoba. Karena selain melanggar hukum, narkoba juga dapat merusak kesehatan.

“Jauhi narkoba jangan main-main dengan barang haram tersebut karena dapat merusak kehidupan dan masa depan,” pungkasnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...